Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Peluang Sumatera
Minggu, 27 Januari 2008
Laporan JPNN, Sidoarjo dan Surabaya
Dua tim Sumatera, Sriwijaya FC (SFC) dan PSMS Medan memastikan melaju ke babak semifinal Delapan Besar Divisi Utama Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII. Ini setelah keduanya menjadi juara dan runner up Grup A. Peluang tim Sumatera pun untuk menjuarai kompetsi musim ini semakin terbuka lebar.

Di pertandingan terakhir penyisihan Grup A di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Sabtu (26/1), SFC bermain imbang tanpa gol melawan Persiwa Wamena. Persiwa yang dalam posisi mengejar, karena harus menang dua gol untuk menembus babak semifinal, tidak ada perubahan berarti soal permainan seperti ketika kalah lawan PSMS Medan pada Rabu (23/1) lalu. Tim asal Papua itu lebih sering melakukan kesalahan dalam melakukan koordinasi serangan.

Kondisi serupa juga ditunjukkan SFC. Apalagi, mereka dalam posisi lebih aman karena meski kalah asal tidak lebih dari satu gol masih tetap lolos ke semifinal. Tim asal Sumatera Selatan itu sangat bermasalah dalam penyelesaian akhir. Renato Eliyas dkk memang lebih baik dalam organisasi serangan tetapi, seperti kesulitan membobol gawang Persiwa.

Mulai dari Keith Kayamba, Obiora, Leng Lolo, dan Zah Rahan bergantian membuat peluang. Kayamba misalnya pada menit ke-78 sudah berada di depan penjaga gawang, tetapi tendangannya masih bisa dblok Charles Woof, kiper Persiwa.

‘’Salah satu hal penting yang harus kami benahi menatap babak semifinal adalah soal penyelesaian akhir. Itu terlihat dalam pertandingan ini (kemarin). Kami berpeluang menang tetapi gagal,’’ kata Rahmad Darmawan, pelatih SFC.

Mantan pelatih Persija dan Persipura itu menjelaskan bahwa kurang gregetnya pemain itu adalah karena terlalu hati-hati. Padahal, dia mengaku sudah mengingatkan untuk bermain lepas. ‘’Kondisi tersebut memang tidak disadari pemain. Meski sudah diberitahu jangan tegang dan bermain lepas, mereka ternyata tetap terpengaruh dengan kondisi yang ada,’’ tuturnya.

‘’Meski begitu, saya harus berterima kasih kepada pemain untuk tetap menjaga performa. Seperti yang sudah pernah saya katakana bahwa sulit mengondisikan pemain tetap stabil setelah menjuarai Copa. Bisa menembus semifinal adalah luar biasa,’’ terang Rahmad.

Sementara itu PSMS berpesta di Gelora Delta Sidoarjo meski kalah dari Arema dengan skor tipis 0-1. Meski kalah, PSMS menjadi runner up grup ini dan mendampingi SFC ke babak semifinal karena unggul produktifitas gol atas Arema.

Gol yang dicetak stoper Arema Casimir Bruno di menit ke-30 pun menjadi sia-sia. Arema memang hanya perlu menang dua gol tanpa balas untuk menempatkan dirinya di posisi runner-up Grup A. Sebab, di laga lainnya Sriwijaya FC menahan Persiwa Wamena tanpa gol.

Sayang, gol kedua yang dinanti-nanti pendukung Arema yang memadati Gelora Delta, tak kunjung tercipta hingga wasit Yesayas Leihitu meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Dan, saat laga berakhir, hanya langkah gontai yang tersisa Ponaryo Astaman dkk.

Pelatih Arema Joko Susilo tidak banyak berbicara tentang permainan timnya secara teknis. ‘’Saya mohon maaf karena tidak mampu membawa Arema ke babak berikutnya. Terutama kepada Aremania,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, kubu PSMS menyambut gembira keberhasilan mereka lolos ke babak selanjutnya. ‘’Dari awal pertandingan saya sudah instruksikan anak-anak untuk tetap bermain menyerang seperti biasanya. Dan, itu mampu mereka terapkan,’’ tutur arsitek PSMS, Freddy Muli.(pen/ham/na/fia)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org