Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Mataram Heboh Final Basket DBL
Minggu, 27 Januari 2008
Penonton Harus Duduk Bergantian
Laporan JPNN, Mataram
Seri perdana Honda DetEksi Basketball League 2008 yang diselenggarakan di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berakhir superheboh, melebihi segala ekspektasi.

Dalam babak final kemarin, sekitar 2.500 penonton bergantian memadati GOR Bhakti Mulya. Gedung penuh menyaksikan final putri, lalu penuh lagi dengan penonton baru untuk final putra. Pertandingan tingkat SMA yang diselenggarakan Jawa Pos Group –di Mataram oleh Lombok Post-- bersama Honda itu disebut-sebut sebagai even olahraga paling menghebohkan di Provinsi NTB.

Sukses ini merupakan langkah awal bagi rangkaian Honda DBL 2008, yang berlangsung di 11 kota (sepuluh provinsi) di Indonesia. Dari Mataram, kompetisi berlanjut ke Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Manado, Jogjakarta, Semarang, lalu berakhir di Malang dan Surabaya. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh warga NTB, khususnya anak muda yang aktif menjadi peserta dan penonton selama seminggu terakhir,” kata Azrul Ananda, Commissioner Honda DBL 2008 yang juga Wakil Direktur Jawa Pos.

“Selama ini, kami selalu ditanyai kenapa memilih Mataram sebagai salah satu kota penyelenggara. Padahal masih banyak kota lain yang dianggap orang lebih pantas. Sekarang jawabannya sudah ada. Di sini mungkin lebih heboh dari kebanyakan kota lain,” lanjutnya.

Seperti ketika hari pembukaan 19 Januari lalu, final kemarin dibuka dengan lagu Indonesia Raya. Kemudian, tim putri SMAN 1 Praya dan SMAN 1 Jonggat, keduanya dari Lombok Tengah, bersaing ketat berebut gelar juara. Sampai menit-menit akhir kuarter keempat, kedudukan masih imbang atau hanya terpaut satu bola. Penonton yang memadati gedung pun terus bersorak. Mereka datang menggunakan sejumlah bus dan kendaraan pribadi berhiaskan spanduk dukungan. Dari kubu Jonggat, ada yang membawa spanduk bertuliskan “SMAN 1 Jonggat goes to Surabaya, Insya Allah, Honda DBL 2008.”

Spanduk itu menjadi kenyataan. Tim putri Jonggat menang tipis 41-38. Sebagai hadiah, selain menerima trofi dan uang tunai, tim itu bakal diterbangkan ke Surabaya untuk mengikuti Student Athlete Camp bersama para pemenang dari kota-kota lain.

Pada laga selanjutnya, tim putra SMAN 1 Mataram melawan SMAN 2 Praya, suasana semakin memanas. Suporter SMAN 2 Praya bahkan sempat mendapat warning dua kali dari panitia. Kalau sampai terus sulit diatur, timnya terancam diskualifikasi.

Beruntung suasana selalu dapat dikendalikan. Ketika SMAN 1 Mataram menang 80-58, pihak SMAN 2 Praya –pemain maupun suporter—menerimanya secara sportif. Perayaan kemenangan pun berlangsung meriah, dibumbui dengan tembakan confetti.

Para peserta dan penonton juga mengaku bangga ada iven seperti ini di Mataram, NTB pada umumnya. Tidak seperti kebanyakan kompetisi basket SMA, peserta Honda DBL 2008 memang diperlakukan seperti profesional. Sejak kali pertama even ini diselenggarakan di Surabaya oleh DetEksi Jawa Pos pada 2004 lalu, misinya memang menjadikan kompetisi SMA lebih profesional dari yang profesional.

“Kami sudah sering mengikuti even basket. Tapi baru kali ini merasakan even yang berbeda. Dari cara masuk ke lapangan, lalu berdiri mendengarkan Indonesia Raya. Sudah berbeda,” kata Andi Iskandar, pelatih tim putri SMAN 1 Praya. “Kami juga selalu masuk koran (Lombok Post, red). Selalu dandan mengenakan kemeja dan dasi juga membuat saya merasa gagah,” tambahnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Praya, Aziz Muslim, yang tim putranya kemarin kalah, juga bangga luar biasa. “Jangankan tim kami menang. Mereka masuk final saja kami akan memberikan beasiswa!” katanya.Pantas bila Aziz Muslim bangga pada anak-anaknya. Mereka mampu masuk final, padahal lapangan basket saja mereka tidak punya.

Dengan sukses ini, Aziz Muslim berharap even ini kembali digelar di Mataram tahun depan. Begitu pula harapan Sutardi, pembina OSIS SMAN 1 Mataram. Dalam pertandingan kemarin, Sutardi terlihat aktif membantu panitia menertibkan penonton. Menyusun antrean panjang siswanya di luar GOR Bhakti Mulya. “Kalau antre yang tertib. Kalau tidak tertib tak boleh masuk. Ayo kita buat bangga Mataram, ayo kita buat bangga Lombok, ayo kita buat bangga NTB,” katanya berkali-kali menggunakan pengeras suara.

Panitia pun menanggapi harapan itu secara positif. “Sulit bagi kami untuk tidak kembali. Dan kami yakin, tahun depan pasti lebih heboh lagi,” kata Puji Agus Santoso, Deputy Commissioner Honda DBL 2008. Seri Honda DBL 2008 berikutnya diselenggarakan di Pulau Sumatera. Di Palembang antara 1-9 Februari, di Pekanbaru antara 2-10 Februari.(yon/pin/afa)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org