| Biarkan Independen, Jangan Ada Intervensi |
| Minggu, 20 Januari 2008 | |
|
Laporan Monang Lubis, Abu Kasim, Firman Agus, Pekanbaru
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
HARAPAN kalangan partai politik di Riau hampir senada terhadap kinerja tim seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau. Imbauan untuk menjaga independensi dalam pemilihan dan jangan mau diintervensi digaungkan agar menghasilkan anggota KPU Riau yang bisa membawa aspirasi seluruh lapisan masyarakat dan golongan sehingga mampu mengawal agenda terdekat, Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) pada September 2008 mendatang. Seperti yang diungkapkan Ketua DPW PPP Riau H Rusli Efendi MSi, dia meminta kepada semua pihak agar menghormati proses perekrutan calon anggota KPUD Riau yang dilakukan tim seleksi, serta tidak ada intervensi politik dari pihak manapun. Sehingga, calon anggota KPUD Riau yang terpilih nanti benar-benar dipilih dengan cara baik. Sehingga, diharapkan nantinya mereka yang terpilih juga tidak ada beban dalam menjalankan tugas sebagai anggota KPUD Riau 2008-2011. Apalagi tugas berat sebagai anggota KPUD yang baru dalam menyongsong pelaksanaan Pilgubri 2008 dapat berjalan sukses. ‘’Ya, jangan ada intervensilah dari pihak manapun terhadap tim seleksi penerimaan calon anggota KPUD Riau. Karena kita yakin tim yang saat ini sudah terbentuk bakal berkerja secara profesional,’’ ujar Rusli Effendi. Menurutnya, tim seleksi yang terdiri dari beberapa unsur ini, sudah memadai dan bisa dipercaya. Apalagi tim itu melibatkan unsur dari akademisi yang memiliki pemikiran yang objektif. Terkait kesiapan anggota KPU Riau yang baru dalam melaksanakan Pilgubri, Rusli melihat, itu tidak ada kendala. Karena pelaksanaan Pilgubri terkait mekanisme yang sudah baku. Apalagi secara teknis ada sekretaris KPU Riau, sehingga tidak ada alasan anggota KPU Riau yang baru tidak dapat menjalankan tugas dengan baik. ‘’Kita yakin pelaksaan Pilgubri 2008 yang dilaksanakan anggota KPU Riau yang baru dapat berjalan lancar,’’ ujarnya. Apalagi, lanjutnya, pergantian anggota KPU Riau yang akan habis masa jabatannya Mei mendatang sudah ada usulan penunjukan timnya dari KPU Pusat serta persetujuan Presiden. Sehingga mau tidak mau, tim independen yang ditugaskan untuk merekrut anggota KPU Riau yang baru harus dilaksanakan dengan baik. Selain itu, Rusli, juga melihat tugas anggota KPU Riau yang saat ini sudah melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal dan akan berakhir masa jabatannya, seharusnya juga sudah siap dengan pergantian itu. Meski mereka harus merelakan jabatannya berakhir, karena telah ditetapkan oleh Undang-undang Nomor 22/2007 tentang KPU, pergantian ini mutlak dilakukan. ‘’Saya melihat ada ketakutan pada sebagai orang, jika anggota KPU Riau yang lama diganti bakal mengganggu kelancaran pelaksaan Pilkada mendatang. Sebenarnya mekanisme pelaksanaan Pilkada berada di sekretaris KPU Riau, makanya biarlah proses ini berlangsung sesuai mekanisme yang ada,’’ tuturnya. Rusli Efendi yang juga anggota Komisi A DPRD Riau yang membidangi masalah pemerintahan ini mengatakan, di tingkat komisi, masalah berakhirnya masa jabatan anggota KPU Riau sudah dibicarakan. Apalagi komisi yang langsung menangani masalah pergantian anggota KPU Riau sudah membicarakan sejak lama. ”Kita berharap dengan pergantian anggota KPU Riau yang baru ini dapat melaksanakan Pilkada yang akan berlangsung September mendatang dengan sukses. Kita yakin mereka yang dipilih oleh tim merupakan orang-orang pilihan yang memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas dengan baik,’’ tuturnya. Harus Profesional Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Riau, Zulfan Heri, kepada Riau Pos, mengatakan, pihaknya yakin tim seleksi anggota KPU Riau dapat bekerja dengan baik. Bahkan tim yang terdiri dari kalangan akademisi serta unsur lain sudah memenuhi persyarakat sebagai tim seleksi. ‘’Kita berharap tim independen ini bekerja secara profesional. Sehingga akan menghasilkan anggota KPU Riau yang baik dan berkualitas. Karena mereka yang terpilih ini bukan saja akan melaksanakan Pilgubri September mendatang, tapi 2009 mereka juga harus bekerja ekstra dalam Pemilu Presiden dan anggota legeslatif,’’ ujarnya. Zulfan Heri yang juga Sekretaris Komisi D DPRD Riau ini berharap, pelaksanaan Pilgubri mendatang berjalan baik. Tapi, baik tidaknya pelaksanaan itu tergantung kepada anggota KPU Riau yang terpilih nantinya. Terkait tim seleksi anggota KPU Riau, Zulfan juga mengatakan, tidak ada interpensi dari pihak manapun. Meski tim yang dibentuk ini sudah memenuhi format yang diharapkan, tentunya tidak menutup kemungkinan akan terjadi kecurangan. Tapi bila melihat format tim seleksi ini, pihaknya yakin anggota KPU Riau yang dihasilkan nanti bakal berkualitas. Selain itu dia menjelaskan, pergantian anggota KPU Riau sudah sesuai dengan amanat Undang-undang dan masa tugasnya sebagai anggota KPU Riau bakal berakhir Mei mendatang. Makanya, siapapun yang ingin bertarung menjadi anggota KPU Riau, haruslah orang-orang yang memiliki komitmen yang kuat untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada dan Pemilu 2009. Karena, kata Zulfan, tugas sebagai anggota KPU Riau sangat berat. Mereka tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai anggota KPU Riau, tapi harus mengakomodir semua kepentingan masyarakat banyak. Anggota KPU Riau bukan orang politik, tapi mereka harus tahu politik, sehingga tidak dibodohi oleh kepentingan politik. Berharap Independen Sementara itu Wakil Ketua DPW PAN Riau Ir Fendri Jaswir mengatakan, jika pergantian itu merupakan ketetapan KPU Pusat, siapapun harus mengikuti aturan itu. Masalah efektif tidaknya pergantian itu, tentu KPU Pusat memiliki alasan dan keyakinan sendiri, terkait kinerja anggota KPUD Riau yang baru. ‘’Tapi menurut saya, selagi sekretariat KPU tidak diganti, pasti mereka tetap bisa melaksanakan tugasnya sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Sebab yang akan bekerja lebih nantinya tentu sekretariat KPU. Apalagi masalah pemesanan kartu suara dan lainnya sudah dilakukan, tentu tidak ada yang terlalu sulit lagi, hanya tinggal melanjutkan,’’ sebut Fendri. Sedangkan bagi anggota KPUD terpilih, meski memiliki tugas berat, pastilah hanya tinggal menyempurnakan apa yang telah dilakukan pejabat sebelumnya dan hal itu pasti bisa dipelajari dalam waktu singkat. ‘’Sementara tentang tim seleksi, kita hanya bisa berharap mereka tetap independen, mengingat beberapa di antara mereka dari akademisi. Kita sudah tahu, akademisi akan berupaya tetap objektif dalam menentukan pilihan. Semoga anggota KPU Riau yang terpilih benar-benar sesuai kriteria yang diharapkan masyarakat dan mereka dapat menjalankan tugas sebagaimana harapan bersama,’’ ucap Fendri. Pendapat sedikit berbeda disampaikan Ketua Umum DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Riau Edi Basri SH. Menurutnya, dari awal pihaknya mendukung mempertahankan KPUD yang ada ini dalam Pilgubri. Ini karena berakhirnya masa tugasnya bulan Mei sementara bulan September harus Pilgubri. Artinya, ada proses Pilgubri itu yang telah ditangani orang KPUD saat ini. Jadi kalau pindah tangan tidak sematang yang menangani lebih awal. ‘’Menurut saya, efektifnya dipertahankan dulu untuk kepentingan Pilgubri ini supaya tidak terjadi kekurangan secara teknis dan sebagainya. Kalau seandainya dipilih baru, itu memang otoritas pusat. Kalau dia seleksi, tergantung kepada mekanisme seleksi itu. Waktu kadang-kadang menentukan tapi yang paling menentukan adalah mekanisme rekrutmen itu. Betul-betul dijalankan secara profesional. Apa ukurannya, ya dari cara-cara menyeleksi itu. Itulah ukurannya baik atau tidaknya hasil seleksi itu sendiri,’’ ujarnya.(fia) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





