Jumat, 21 November 2008 || 22 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportRebutan Kepentingan

Kamis, 20 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaPenginapan Jauh, JCH Terima 100 Riyal

Kamis, 20 November 2008

article thumbnail

Dibuka dengan Indonesia Raya Kompetisi Pelajar
Minggu, 20 Januari 2008
Honda DBL 2008 Bermula di Mataram
MATARAM (RP) – Kompetisi basket pelajar berpola profesional, Honda DetEksi Basketball League 2008, kemarin resmi dimulai. Ajang yang dijadwalkan berlangsung di sebelas kota itu bermula di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tidak ada pidato atau seremonial berkepanjangan dalam pembukaan kemarin. Sesuai dengan tradisi kompetisi yang sudah diselenggarakan DetEksi Jawa Pos di Surabaya sejak 2004 lalu, acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya.

Tepat sebelum pertandingan perdana antara tim putra SMAN 1 Sukamulia, Lombok Timur, dan SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, Commissioner Honda DBL 2008, Azrul Ananda, mengajak penonton di GOR Bhakti Mulia untuk berdiri serta melepas topi. Lagu selesai, semua bersorak bertepuk tangan, dan kedua tim langsung bertanding.

Meski baru kali pertama diselenggarakan di Mataram, kompetisi kerja sama Jawa Pos Group dengan Astra Honda Motor ini sudah berlangsung heboh.

Sekitar seribu penonton menyaksikan hari perdana kemarin, kebanyakan pelajar SMA yang datang untuk mendukung teman-temannya di lapangan. Mereka terus bersorak bertepuk tangan, termasuk ketika menyaksikan aksi tim yel-yel saat half time.

Empat pertandingan yang diselenggarakan juga tidak mengecewakan. Pada laga perdana, SMAN 1 Gunungsari menang 37-19. Tapi, pertandingan terakhir adalah yang paling menegangkan. Dua tim elite Pulau Lombok, SMAK Kesuma Cakranegara, berhadapan dengan SMAN 5 Mataram.

Duel itu berlangsung sengit sampai menit penghabisan. Meski unggul satu angka (23-22), tim Kesuma harus membendung tekanan bertubi-tubi dari SMAN 5 Mataram. Beruntung lawan kesulitan mencetak poin, dan Kesuma menutup pertandingan dengan skor 26-23.

Usai hari perdana ini, Azrul Ananda mengaku lega. “Bukan hanya karena lancar dan heboh, juga karena peserta di Mataram dan sekitarnya mampu dan mau menerima berbagai aturan kami yang berat dan banyak menuntut,” katanya.
Beda dengan kebanyakan liga SMA lain di Indonesia, sejak awal DetEksi Jawa Pos menerapkan konsep student athlete dengan slogan Pride. Harus mengedepankan sekolah, pemain yang tidak naik kelas tidak boleh ikut. Peserta juga dituntut bersikap profesional. Pemain harus berperilaku sopan di lapangan, sementara pelatih dan guru harus mengenakan pakaian rapi berdasi.

Para peserta sendiri menyambut hangat kehadiran kompetisi unik ini. Kapten tim SMAN 1 Sukamulia, M. Ilham Arman, sampai kesulitan menggambarkan perasaan. “Kami pernah mengikuti pertandingan sebelumnya. Tapi ini luar biasa. Pokoknya luar biasa,” ucapnya. (yon/pin/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org