Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Yamaha dan Ducati soal Persaingan MotoGP 2008
Minggu, 20 Januari 2008
Laporan JPNN, Turin
Dua pasukan elite MotoGP 2008, Yamaha dan Ducati, telah meluncurkan motor dan susunan tim terbaru. Dan ketika bicara soal persaingan, kedua kubu punya pendapat sama: Honda harus sangat, sangat diperhitungkan.

Adu komentar MotoGP 2008 sudah dimulai. Ducati Marlboro sudah menyampaikan “isi hati” mereka saat meluncurkan Desmosedici GP8, di Madonna di Campiglio, Italia, 8 Januari lalu. Fiat Yamaha menyusul Jumat, 18 Januari lalu, dalam peluncuran YZR-M1 terbaru di Turin, Italia.

Dalam dua kesempatan itu, petinggi tim dari kedua kubu menyampaikan komentar senada: Honda bakal menjadi pesaing berat dalam musim balap 2008, yang dimulai 9 Maret mendatang di Qatar.

Menurut Claucio Domenicali, CEO Ducati Corse, Honda dari dulu adalah pabrikan yang paling dia awasi. Baik atau buruk, pabrikan Jepang itu punya sumber daya dan kemampuan cukup untuk menghancurkan para pesaing.

Bahwa musim lalu Honda RC212V melempem, mungkin hanyalah kesalahan sesaat. Toh, pada akhirnya motor itulah menunjukkan progres paling meyakinkan sepanjang musim 2007. Dani Pedrosa dan Repsol Honda memenangi lomba penutup di Valencia, Spanyol. Pedrosa dan rekan setimnya, Nicky Hayden, lantas menjadi yang tercepat dalam uji coba penutup tahun di Jerez, Spanyol, dan Sepang, Malaysia.

“Motor yang paling saya takuti pada 2008 ini? Ya Honda lagi. Mereka memang bisa membuat kesalahan. Tapi sulit membayangkan mereka membuat kesalahan yang sama dua kali,” kata Domenicali.

Jumat lalu (18/1), giliran Yamaha yang mengingatkan tentang potensi kekuatan Honda. Kata Davide Brivio, manajer tim yang fokus memperhatikan segala kebutuhan Valentino Rossi, Ducati memang akan terus mengancam. Tapi dia menegaskan bahwa Honda PASTI akan terlibat dalam perebutan gelar 2008.

Brivio menjelaskan, penyebabnya bukan hanya pada kemampuan teknis Honda, atau kehebatan pembalap mungil Dani Pedrosa (158 cm). Ada faktor ketiga yang bisa mendorong Honda ke puncak. Yaitu ban Michelin.

Selama ini, Valentino Rossi (dan Yamaha) adalah andalan utama Michelin untuk mengejar gelar juara dunia. Brivio mengungkapkan, produsen ban asal Prancis itu begitu kecewa ketika Rossi minta pindah ke Bridgestone untuk musim balap 2008.

Sekarang, harapan Michelin untuk menjadi juara dunia praktis bergantung pada Repsol Honda. Secara spesifik, Dani Pedrosa. Para kandidat juara lain semua pasti akan memakai Bridgestone.

“Orang-orang Prancis itu tidak suka ketika kami pindah (ke Bridgestone). Mereka pasti akan melipatgandakan upaya untuk menaklukkan kami,” tegas Brivio.

Untuk membendung Honda, Yamaha melakukan persiapan beda dengan Ducati. Bila Ducati tinggal menyempurnakan paket motor yang sudah tangguh, Yamaha harus melakukan program uji coba secara metodikal.

Pada sesi pertama 2008 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 22 Januari nanti, Rossi akan memfokuskan diri pada ban Bridgestone. Dia ingin kombinasi baru Yamaha-Bridgestone bisa ideal sesegera mungkin. Baru kemudian menjajal komponen yang lain di sesi kedua di Sepang, awal Februari mendatang. (afa)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org