| Musik Berperan Membangun Emosional |
| Sabtu, 19 Januari 2008 | |
|
Laporan M HAPIZ dan FEDLI AZIS, Kota
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Musik jenis apa pun akan mempengaruhi manusia. Bahkan jika pilihannya tepat akan mampu meningkatkan kecerdasan terutama mulai pada janin usia empat bulan dalam kandungan hingga berumur 3 tahun. Akan tetapi, hingga umur dewasa pun, musik tetap berperan untuk emosional. Misalnya menyukai musik rock, banyak penelitian orangnya cenderung menyukai pula kekerasan. Kalau suka musik klasik atau instrumental, emosinya akan stabil. Pendapat ini dikemukakan psikolog, Aida Malika SPi kepada Riau Pos, Jumat (18/1). Untuk yang resmi dan sudah ada penelitiannya, kata dia, musik klasik seperti Mozart dikatakan mampu meningkatkan kecerdasan terutama pada bayi dan anak-anak. ‘’Musik mampu membuat syaraf-syaraf otak bergetar sehingga mampu mengaktifkan saraf motorik. Di sinilah letaknya musik mampu meningkatkan kecerdasan. Musik yang telah diuji adalah musik klasik dan yang ditawarkan seperti Mozart,’’ ujarnya. Ditambahkannya, untuk meningkatkan kecerdasan anak itu sendiri, para orangtua harus pandai memilah musik untuk diperdengarkan kepada anak. Seni baca Alquran, kata dia juga cukup ampuh untuk merangsang saraf motorik sekaligus memperkenalkan kepada bayi dan anak-anak. ‘’Yang membuat cerdas itu kan bib-bib yang menggerakkan syaraf-syaraf halus di dalam otak. Alquran juga berupa nada dan apalagi ada nilai religiusnya sehingga saya kira juga ampuh untuk meningkatkan kecerdasan pada anak,’’ ucapnya. Musik juga dapat disesuaikan dengan situasi. ‘’Kalau anak mau tidur, perdengarkan musik klasik. Kalau untuk bermain juga bisa memperdengarkan musik yang bergembira,’’ katanya sambil menambahkan belajar seni memainkan alat musik juga bagus karena mau tidak mau sang anak harus mendengarkan musik. Membuat Percaya Diri Pengaruh musik bagi kejiwaan juga diakui oleh Koordinator Pendidikan Pekanbaru Musik Ester. ‘’Musik klasik memang dapat merangsang perkembangan otak anak-anak sebab jenis musik ini memiliki jangkauan nada yang cukup luas sehingga jika dinikmati dapat menyejukkan jiwa,’’ ulas Ester kepada Riau Pos, Jumat (18/1) yang diamini rekannya Khairul. Dua orang siswa gitar klasik Sari dan Stevi menyenangi musik klasik juga karena mampu membuka wawasan dan imajinasi mereka. Keduanya belajar musik yang benar untuk lebih mengembangkan otak kanan sehingga perkembangan otak kiri dan kanan menjadi lebih seimbang. Selain itu, mereka juga mengakui jari-jemari menjadi lebih sensitif dan berguna pula untuk berbagai keperluan seperti mengetik di komputer. ‘’Pengaruh musik klasik cukup terasa pada perkembangan otak dan wawasan saya,’’ ujar Sari. Salah satu guru gitar Davis Saputra menambahkan, selain mengembangkan kreatifitas anak, musik klasik juga sangat berguna untuk membuat mereka percaya diri. Bahkan siswa yang memiliki IQ rendah bisa ditingkatkan, tentunya dengan cara pendekatan secara psikologis. ‘’Musik klasik dapat menambah kepercayaan diri anak-anak,’’ kataya singkat.(yls) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




