• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 30 Agustus 2008 || 28 Syakban 1429 Hijriah
Total SportSaatnya Juara

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaSepakati Multi Tafsir Perjuangan Pers

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

Membaca Ayat-ayat Allah
Minggu, 13 Januari 2008
Oleh Mumahhad Amin, Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
ImagePenulis : Tengku Dahril
Penerbit : Yayasan Asri Kabogo, Pekanbaru
Cetakan : Pertama, Desember 2007
Tebal : xvi + 394 halama
Ayat Alquran yang pertama kali turun langsung memerintahkan membaca, iqra’. Artinya, membaca merupakan perintah urgen yang harus dilaksanakan oleh umat ini. Ia menjadi keniscayaan bagi muslim yang memiliki daya kreatif, inovatif dan ingin maju. Hanya dengan membaca dan mengkreasikan bacaan itu, umat Islam akan mampu bersaing dengan peradaban modern yang lebih maju sekarang.

Tentu saja membaca ayat Allah tidak hanya Alquran saja. Ayat Alquran harus menjadi panduan dalam kehidupan dan dibaca sebagai konsekuensi seorang muslim. Alquran adalah pedoman hidup yang ayat-ayatnya menuntun umatnya mendapatkan rida Allah. Lebih dari itu ayat-ayat Alquran harus dibaca sebagai bentuk keimanan seorang muslim.

Selain ayat Allah berupa kalam, sesungguhnya ada ayat Allah lain yang menjadi hal penting bagi umat manusia. Umat Islam kerap membaca ayat berupa kalamullah, namun jarang yang membaca ayat-ayat Allah yang lain. Ayat Allah yang lain itu adalah alam semesta. Alam semesta harus dibaca dengan semangat pembelajaran, semangat inovasi dan kreatifitas. Ini yang kerap diabaikan oleh umat Islam sehingga menjadikan umat ini masih tertinggal dari peradaban Barat, misalnya.

Ayat Allah berupa alam menuntut ‘pembacaan’ yang khas dari umat Islam. Umat ini harus membaca ayat Allah berupa tanah, air, barang tambang, lautan, angin, fosil hewan, hingga nyamuk dan kuman sekali pun. Membaca ayat Allah berupa alam ini akan menjadikan daya kreatif dan inovasi bertambah, dan itu yang dituju dari ayat-ayat yang tertulis di kalamullah, iqra’ (bacalah).

Buku Membaca Ayat-ayat Allah ini memaparkan bagaimana umat Islam seharusnya membaca ayat Allah, baik yang tertulis, maupun yang dicipta Allah. Perintah Alquran sesungguhnya ditujukan untuk membaca ayat yang tertulis, maupun yang tidak tertulis berupa alam semesta.

Kenyataannya sekarang justru kebalikannya. Umat Islam gagal membaca ayat yang tidak tertulis. Akibatnya, umat Islam tinggal di negeri-negeri kaya dengan sumber daya alam, namun isinya justru diambil oleh orang lain yang memiliki pengetahuan dan teknologi lebih maju. Umat Islam justru gigit jari ketika kekayaan alam itu dikuras sebanyak-banyaknya sementara mereka hanya menonton saja.

Umat ini tertinggal karena tidak membaca ayat-ayat Allah. Mereka tidak melakukan penelitian, penyelidikan, penerokaan alam semesta sebagai potensi sumber daya alam. Mereka gagal menciptakan daya kreasi dan inovasi dari ayat-ayat Allah yang dicipta. Ini yang kadang tak disadari sepenuhnya oleh umat ini.

Buku karya Tengku Dahril ini memaparkan banyak hal tentang bagaimana membaca ayat Allah, baik yang tertulis atau pun tidak tertulis. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari rubrik ‘’lentera’’ di Harian Riau Pos, selama kurang lebih dua tahun. Terdapat 95 tulisan yang dirangkum menjadi buku setebal 394 halaman ini. Tulisan-tulisan itu dihimpun menjadi dua sub judul yang cukup menarik. Sub judul pertama berisikan Bab Bumi yang terdiri dari 63 tulisan. Sedangkan sub judul kedua mengambil judul Bab Langit yang terdiri dari 32 tulisan. Keduanya merupakan perpaduan yang apik.

Dengan muatannya yang kental nuansa keagamaan, tentu buku kumpulan tulisan ini menjadi sebuah bacaan yang bernilai religius juga. Namun sebagai cendekiawan yang selalu berkutat pada hal keduniaan yakni bidang perikanan dan kelautan, Tengku Dahril tak melupakan bidang yang satu ini. Ditulis dengan gaya bahasa sederhana dan mudah dipahami, buku ini cukup enak dibaca sebagai bahan kontemplasi.(***)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

StopGlobalWarming.org