| Sisi Lain Jatuhnya Helikopter Twin Pack S-58 di Lubuk Ogung, Seikijang |
| Rabu, 09 Januari 2008 | |
|
Datangi Lokasi, Berfoto di Bangkai Heli
Lokasi bangkai helikopter milik TNI AU, yang jatuh Senin (7/1) lalu di Simpang Langgam KM 6 Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Seikijang, kini ramai dikunjungi. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi TKP untuk melihat langsung bangkai pesawat jenis twin pack S-58 itu. Bukan hanya warga Desa Lubuk Ogung saja, namun warga dari desa lainnya juga berdatangan untuk melhat kondisi bangkai pesawat naas itu. Laporan Lismar Sumirat, Pangkalan Kerinci Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Sejak kejadiaan, hingga kini lokasi jatuhnya pesawat yang mengangkut 11 orang itu selalu ramai dikunjungi. Kendati telah dipasang police line di sekitar TKP, namun warga yang datang berusaha melihat kondisi pesawat bercorak loreng tersebut. Kami jarang melihat helikopter, makanya setelah mendengar ada pesawat helicopter yang jatuh di di Simpang Langgam KM 6 Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Seikijang, kami langsung mendatangi lokasi,ujar Bujang salah seorang pengunjung yang mengaku berasal dari Desa Gondai, Langgam. Ketika tiba di lokasi pesawat jatuh, Bujang yang ditemani sejumlah rekannya itu langsung berfoto dengan latar belakang heli yang terjatuh akibat gagal mendarat darurat itu. Untuk kenang-kenangan, baru sekali ini saya melihat langsung bangkai pesawat yang jatuh. Ternyata mengerikan, bagaimana kondisi korbanya ya,ungkapnya siang itu. Bujang bukanlah merupakan satu-satunya masyarakat yang menengok bangkai helikopeter di daerah yang kini mendapat pengawalan ketat dari personil TNI AU Pekanbaru itu. Dari pantauan di TKP sejak kejadian hingga petang kemarin masyarakat silih berganti mengunjungi lokasi tempat helicopter jatuh. Mereka seolah-seolah tak yakin akan kejadian yang telah menewaskan satu warga asing dan menciderai penumpang lainnya. Bahkan Kepala Desa Lubuk Ogung, H Dahlan juga tidak melewatkan momen jatuhnya helikopter di desa yang dipimpinnya itu. Kades yang ramah ini menyempatkan diri berfoto di depan bangkai helikop. Kemarin usai kejadian saya sudah berfoto pas didepan moncong helikopter. Nah ini gambarnya,ujar Dahlan sembari menunjukkan sejumlah foto dikamera digitalnya yang diabadikannya sesaat setelah helicopter terjatuh terjun bebas ke pepohonan sawit masyarakat. Diakui Dahlan, sejak kejadiaan naas itu, desa yang dipimpinnya selalu dikunjungi warga luar Desa Lubuk Ogung. Puluhan kendaraan lalu lalang menuju lokasi jatuhnya helikopter. Kalau tak ada kejadian itu tentu tidak seramai sekarang ini. Warga silih berganti mendatangi lokasi pesawat jatuh, mungkin ada yang hanya ingin melihat langsung kondisi heli atau juga untuk proses penyelidikan yang dilakukan pejabat berwenang,tambahnya. Peristiwa naas itu juga berdampak terhadap peningkatan penjualan dagangan masyarakat di sekitar TKP. Bahkan ada pedagang luar yang sengaja datang untuk merengkuh keuntungan dari orang-orang yang mengunjugi lokasi kejadian.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




