• Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 30 Agustus 2008 || 27 Syakban 1429 Hijriah
Total SportSaatnya Juara

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

Teras UtamaSepakati Multi Tafsir Perjuangan Pers

Jumat, 29 Agustus 2008

article thumbnail

Dirancang, Pelaksanaan Adaptasi Perubahan Iklim
Senin, 07 Januari 2008
BANGKINANG (RP) - Menindaklanjuti hasil pelaksanaan Conference of Parties (COP) United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCC) ke-13 di Nusa Dua Bali, daerah memiliki tanggungjawab untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan Iklim. Menyadari akan tanggungjawab itu, Pemkab Kampar kini merancang pelaksanaan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tersebut.   

 Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan daerah (Bapedalda) Kampar Jalinus kepada Riau Pos, Sabtu (5/1) mengatakan bahwa Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM dalam surat nomor 660/Bapedalda/2007/625 telah menyampaikan kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai desa sampai tingkat Kabupaten, BUMD, Badan Swasta dan organisasi profesi se-Kabupaten Kampar untuk melaksanakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Menindaklanjut intruksi dari Bupati Kampar tersebut, Bapedalda Kabupaten Kampar menyampaikan petunjuk teknis pelaksanaan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh jajaran di Kabupaten Kampar. Di mana, perlu dibentuk kaukus kelompok mandiri peduli lingkungan hidup untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi pemanasan global.      Kemudian, masing-masing jajaran diminta untuk aktif dalam memperbanyak dan menyebarluaskan informasi secara lisan dan tulisan kepada masyarakat.

 Khusus kepada Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Kampar, diharapkan pula untuk mengintruksikan kepada para mubaligh tentang materi pelaksanana adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, supaya dapat dimasukkan ke dalam materi setiap kutbah Jumat, ceramah agama secara terus menerus dengan mengupas ayat Alquran dan Hadits yang terkait dengan pelaksanaan mitigasi dan adaptasi.

 Di sisi lain, kegiatan yang juga perlu dilaksanakan oleh instansi terkait di Pemkab Kampar adalah menginventarisir dan melaporkan bentuk kearifan lokal yang masih ada serta tumbuh dan berkembang di masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka pelestarian ekosistem seperti pelestarian danau, sungai, hutan adat/hutan larangan, sumber mata air, pelestarian pohon Sialang dan lainnya untuk pembinaan melalui program Kalpataru.

 Sementara itu, Jalinus menambahkan juga bahwa dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kampar seperti gedung dan pembangunan jalan serta sarana prasarana lainnya, agar penataan lingkungan hidup di sekitarnya include dengan rancangan bangunan itu sendiri. Dengan demikian, setiap pembangunan yang dilaksanakan mesti berwawasan lingkungan. ‘’Pembangunan itu mesti berwawasan lingkungan, oleh karena itu setiap rancangan pembangunan harus disatukan dengan rancangan pemeliharaan lingkungan hidup di sekitar objek pembangunan,’’ tambahnya.(why)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailKedai Kopi Massa Kok Tong Lirik Pekanbaru

Jumat, 29 Agustus 2008

PEKANBARU (RP) - Kedai Kopi Massa Kok Tong yang sudah beroperasi sejak 1925 silam, kini hadir di Pekanbaru dengan lokasi di samping Hotel Grand Elite Pekanbaru. Kedai kopi khas Siantar ini...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailElpiji Tembus Rp105 Ribu

Jumat, 29 Agustus 2008

Pertamina: Jangan Beli di EceranKOTA (RP) — Pertamina baru saja menaikkan harga elpiji tabung isi 12 kilogram dari Rp63 ribu menjadi Rp69 ribu. Tapi, harga itu rupanya tak berlaku...

Simak Juga