| Jalan Lintas Timur Berdebu |
| Senin, 20 Oktober 2008 | |
|
Laporan Ahmad Damri, Rengat
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Kondisi Jalan Lintas Timur yang menghubungkan Pematangreba dengan Belilas Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu masih rusak. Karena aspal jalan yang mengelupas dan timbunan pasir sampai saat ini belum juga diaspal, sehingga menimbulkan debu saat dilewati kedaraan. Pantauan Riau Pos di Desa Talang Jerinjing, Ahad (19/10) Jalan Lintas Timur ini tidak mulus lagi. Aspal sebagian dibongkar untuk diperbaiki. Bekas aspal yang diperbaiki itu juga ditibun pasir. Inilah yang menimbulkan debu saat dilewat kendaraan roda dua dan kendaraan lainnya. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Perbaikan jalan yang dibiayai dari dana APBN ini belum juga tuntas. Memang sampai kemarin ada alat berat yang masih beroperasi, beberapa titik yang ditimbun pasir itu juga ada yang rusak kembali karena dileweti kendaraan. Warga yang melintas terpaksa berhati-hati. Terkadang juga harus ziq-zaq untuk menghindari jalan rusak. Sedangkan untuk menghindari debu, banyak warga menggunakan masker dan menutup mulut serta hidung dengan sapu tangan. Debu yang beterbangan tetap saja menutupi pemandangan. Hal ini juga dikeluhkan warga setempat, karena debu ini juga terbang ke rumah warga yang ada di sekitar. ‘’Sudah beberapa bulan ini Jalan Lintas Timur tak kunjung tuntas. Setiap hari kami selalu mandi debu,’’ ungkap Tiran (50) salah seorang warga yang bermukim di daerah itu. Anggota DPRD Inhu asal Inhu, Pono saat diminta tanggapannya kemarin membenarkan masih rusaknya Jalan Lintas Timur yang menghubungkan Belilas-Pematangreba. Sekitar 7 Km lebih, ada badan jalan yang rusak dan sedang diperbaiki. ‘’Proses pengerjaan ini lah yang menimbulkan debu,’’ ungkapnya. Ditambah lagi kata Pono, ruas jalan ini menghubungkan antar pulau dan beberapa provinsi, sehingga sangat padat dilewati kendaraan besar dan kecil. Seharusnya kerusakan jalan ini bisa dituntaskan secepatnya, supaya tidak menimbulkan debu dan kerusakan tidak membahayakan pengguna jalan. PU Kimpaswil Riau diminta untuk meninjau langsung ke lokasi terkait dengan kondisi jalan. Hal ini sangat penting guna memberikan arahan kepada pekerja dari kontraktor. ‘’Kita minta pengerjaan jalan ini cepat tuntas, dengan kualitas pekerjaan yang baik. Karena ini merupakan jalan utama yang menghubungkan antar provinsi, maka harus diperbaiki dengan cepat,’’ tambahnya.(aga) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












