| Atasi Krisis, KTT Pemimpin Dunia setelah Pilpres AS |
| Senin, 20 Oktober 2008 | |
|
WASHINGTON (RP) – Jika krisis politik menceraiberaikan bangsa, krisis finansial global justru menyatukan para pemimpin dunia. Merasa sependeritaan, pemimpin AS, Prancis, dan Komisi Eropa mengundang kepala negara lain dalam pertemuan berseri untuk mengatasi krisis finansial global yang berawal di AS itu. Pertemuan tersebut diselenggarakan setelah Pemilihan Presiden AS pada 4 November.
Dalam penyataan bersama Presiden George W Bush, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Presiden Komisi Eropa Jose Barroso dijelaskan bahwa mereka terus mengupayakan koordinasi untuk mengatasi situasi ekonomi global. Pertemuan tingkat tinggi itu akan mencari kesepakatan prinsip atas reformasi yang dibutuhkan agar krisis tidak terulang dan memastikan kemakmuran global di masa mendatang. Pertemuan itu juga mendesain kesepakatan atas langkah-langkah khusus bagi penerapan prinsip-prinsip tersebut. Presiden AS George W Bush menyatakan siap menjadi tuan rumah dalam waktu dekat. “Agar pertemuan berhasil, kita harus menerima masukan-masukan dari seluruh dunia,” ujar Bush saat menerima Sarkozy dan Barroso di tempat peristirahatan Kamp David, Maryland, Ahad (19/10). Bush juga mengungkapkan optimismenya bahwa dunia mampu keluar dari kisruh krisis ekonomi. Pertemuan tersebut, menurut Bush, akan fokus membicarakan cara menghindari krisis masa depan dan juga mempertahankan sistem pasar bebas. “Kita harus bekerja memperkuat dan memperbaharui sistem finansial negara kita. Ini membantu untuk memastikan krisis seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan,” katanya. Dia menambahkan, para pemimpin dari negara maju maupun negara berkembang akan diikutsertakan dalam pertemuan itu. Sarkozy dan Barroso, dalam pernyataan terpisah, menyambut baik keinginan Bush untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi dunia yang pertama itu. “Kami ingin bekerja bersama saling membantu dengan AS untuk menciptakan kapitalis abad ke-21,” tegas mereka. Tidak disebutkan lebih lanjut tanggal maupun lokasi rencana pertemuan. Namun, Sarkozy menyarankan pertemuan diadakan akhir November. “Krisis ini bermula di New York, maka solusi menghadapi krisis global juga harus ditemukan di New York,” kata Sarkozy. Barroso mengatakan, koordinasi global diperlukan untuk mengatasi ketidakstabilan pasar. “Sistem finansial internasional secara prinsip dan regulasi membutuhkan reformasi. Kita memerlukan arah finansial global baru,” ujarnya. Dalam konsep awal yang dibahas ketiganya selama 2,5 jam, disepakati bahwa pertemuan tahap pertama akan fokus membahas perkembangan yang sudah dicapai berbagai negara melalui solusi yang mereka terapkan. Selanjutnya, pertemuan tahap kedua mendesain program bersama dan implementasi yang siap diterapkan di masa mendatang agar krisis tidak terulang. Sejak 9 Oktober 2007, ketika indeks Dow Jones menembus 14.000 poin, investor saham di seluruh dunia diperkirakan kehilangan aset sampai 8,3 triliun dolar AS (Rp80.510 triliun). Dana itu menguap dari lembaga-lembaga pensiun, pengelola reksadana, dan 401 jenis investasi lain. Kongres AS telah menyetujui pencairan dana pinjaman sampai 700 miliar dolar AS (Rp 6.790 triliun) untuk membeli aset bermasalah dari bank dan industri finansial. Langkah itu untuk mencegah agar krisis yang bermula dari AS tidak menyebar sehingga memicu resesi dunia.(ap/rtr/kim/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|










