| Satu Keluarga Keracunan |
| Sabtu, 27 September 2008 | |
|
Satu Tewas, Empat Orang Masuk RSUD
BATAM (RP) - Satu keluarga terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Batam setelah diduga mengalami keracunan usai makan ikan hasil tangkapan di laut dekat Kampung Pantai Dapur 12, Jumat (26/7) kemarin. Dalam kejadian itu, Rohani, ibu dari ketiga orang anak hasil buah pernikahannya dengan Agus, meninggal dunia terlebih dahulu sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Agus dan anak-anaknya berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit. Menurut Agus, dugaan sementara keluarganya mengalami hal ini, gara-gara setelah makan ikan yang dibelinya dari penjual ikan di tepi pantai. Ikat itu dibelinya sebanyak dua kilogram, lalu digoreng dan direbus asam. Setelah masuk waktu berbuka, ia dan keluarganya memakan ikan tersebut dengan nasi. Namun saat itu belum terjadi perubahan dengan kondisi kesehatan keluarganya. “Tetapi saat usai makan sahur dengan lauk yang sama, sekitar setengah jam kemudian, istri saya mencret-mencret dan kepalanya pusing. Lalu dia muntah-muntah,” kata Agus dengan nada pelan di ruang opname RSUD. Saat itu, lanjut Agus, dirinya juga mengalami hal yang sama dialami istrinya. Kemudian gejala tersebut juga dialami ketiga anaknya. Namun waktu itu, istrinya lah yang sangat parah. “Dia (Rohani, red) langsung meninggal tak lama kejadian itu,” ujar Agus yang bekerja sebagai tukang ojek. Sementara itu, kata Agus, ia dan ketiga anaknya, Sofyan, Fendy dan Yeni saat itu hanya bisa terbaring lemah. Melihat hal ini, Agus terus berusaha mencari pertolongan dengan merangkak hingga keluar rumah. Untungnya, waktu itu ada tetangga yang melihat dirinya. Lalu ia dan ketiga anaknya diberikan perawatan sementara. Kemudian baru dibawa ke rumah sakit sekitar puluk 09.30 WIB. Sedangkan istrinya, diurus oleh saudaranya untuk proses pemakamannya. “Istri saya dikebumikan Jumat (26/9) sore,” ucap Agus. Menurut dokter spesialis anak, Dr Retno, yang ditemui RPG, dari hasil pemeriksaanya saat ini, Fendy dan Yeni mengalami penyakit diare dan dehidrasi (kekurangan cairan). “Namun kalau mau mengetahui, apakah keluarga ini keracunan atau tidak, maka harus dilakukan penelitian yang lebih dalam,” katanya. Hingga saat ini, lanjut Retno, kondisi kedua pasien yang ditanganinya sudah mulai membaik. Dehidrasi yang dialami anak itu sudah teratasi. (mat/rpg/azf) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




