Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Derby Merseyside Lebih Keras
Sabtu, 27 September 2008
LIVERPOOL (RP) – Ada empat derby (duel tim sekota) di Premier League musim ini. Yakni Derby London, Derby Manchester, Derby Birmingham, dan Derby Merseyside. Derby London selalu meriah karena ada empat klub yang terlibat perseteruan, sedangkan Derby Manchester banyak ditunggu seiring naik pamornya Manchester City usai berganti pemilik ke tangan pengusaha Uni Emirat Arab.

Namun, Derby Merseyside punya sisi menarik yang tak dimiliki tiga derby yang lain. Apa itu? Keras. Ya, duel Everton versus Liverpool mendapat klaim sebagai derby paling “brutal” di era Premier League. Tercatat 16 kartu merah melayang dari kantong wasit dalam 32 bentrok.

Sebagai contoh musim lalu. Dua kartu merah diterima pemain Everton, Tony Hibbert dan Phil Neville, saat timnya dipermalukan Liverpool 1-2 di Goodison Park pada 20 Oktober 2007. Bukan tidak mungkin, laga keras bakal terulang saat Everton dan Liverpool kembali bertemu di Goodison Park petang ini (siaran langsung ESPN-AORA, 18.45 WIB).

Kerasnya Derby Merseyside diakui Phil Neville. Pemain Everton yang bisa dimainkan sebagai bek kanan atau gelandang bertahan itu punya pandangan tersendiri tentang Derby Merseyside. “Duel Everton lawan Liverpool selalu memberikan atmosfer yang menggugah adrenalin di setiap generasi. Pertandingan kedua tim selalu ketat bahkan keras,” kata pemain berusia 31 tahun itu di situs resmi klub.

Neville, yang adik kandung kapten tim Manchester United, Gary Neville, itu, bahkan telah dua kali dikeluarkan dari lapangan dalam Derby Merseyside. Dari kubu Liverpool, Steven Gerrard menyamai catatan negatif Neville. Padahal, baik Neville maupun Gerrard berstatus sebagai kapten masing-masing dari The Toffees maupun The Reds.

“Liverpool meraih start gemilang musim ini, beda dengan kami yang belum menang di kandang. Fans kami tentu sangat berbahagia jika kami membayar hasil kurang memuaskan di awal perjalanan musim ini dengan kemenangan di derby ini,” urai Neville kepada BBC.

Evertonians, sebutan fans Everton, memang baru saja kecewa dengan raihan skuad David Moyes di beberapa laga terakhir. Pekan lalu (21/9), Everton hanya bisa meraih hasil imbang 2-2 lawan tim promosi Stoke City sehingga Everton kini masih tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan 7 poin dari lima laga. Paling menyedihkan bagi Evertonians adalah tiga hari lalu (24/9), yakni kala The Toffees disingkirkan Blackburn Rovers 0-1 di ajang Piala Carling.

Dari kubu tim tamu, striker Liverpool, Robbie Keane, mengganggap Derby Merseyside adalah momen terbaik menunjukkan kapasitas dirinya. Keane adalah rekrutmen termahal Liverpool usai didatangkan dari Tottenham Hotspur di awal musim ini dengan banderol 20,3 juta pounds atau sekitar Rp351,5 miliar. Sayang, dari lima laga bersama The Reds, penyerang Timnas Republik Irlandia itu tak kunjung mencetak gol.

“Saya ingin mendapat kesempatan penuh karena Derby ini akan banyak mencuri perhatian karena ini derby pertama saya musim ini (di Premier League, red). Jadi, ini kesempatan yang baik untuk mencetak gol pertama,” tutur Keane kepada Sky Sports.(dns/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga