| Villa Lambungkan Valencia |
| Sabtu, 27 September 2008 | |
|
Laporan JPNN, Malaga
Valencia layak berterima kasih pada David Villa. Dua gol yang dilesakkan top skorer Euro 2008 itu ke gawang tuan rumah Malaga, Jumat dinihari (26/9) melambungkan tim berjuluk El Che itu ke puncak klasemen sementara La Liga Spanyol menggeser Villarreal. Kemenangan 2-0 atas Malaga ini membuat torehan poin El Che menjadi 10, sama dengan yang dibukukan Villarreal. Namun El Che unggul jumlah gol. Dengan tambahan dua gol yang dicetak masing-masing di menit ke-70 dan 90 itu, David Villa kini bersaing di puncak daftar El Pichichi (top skorer) sementara dengan empat gol, sama dengan torehan Rafael Van der Vaart (Real Madrid) dan Florent Sinama-Pongolle (Atletico Madrid). Tapi kemenangan atas Malaga dan menduduki puncak klasemen sementara ini tenyata belum membuat pelatih El Che, Unai Emery puas. “Di satu sisi saya senang dengan hasil ini, tetapi di sisi lain kami harus berkembang dan menciptakan lebih banyak peluang di depan gawang lawan,” kata Emeri seperti dilansir AFP. “Kami berada di puncak, namun hal itu sedikit tidak relevan karena masih ada banyak pertandingan yang harus kami jalani,” sambung pelatih termuda di Liga Primera itu (36 tahun). Sementara itu, bagi Malaga kekalahan ini semakin memperpanjang puasa kemenangan tim berjuluk Boquerones itu. Naifnya lagi, hingga jornada keempat, Malaga belum sekalipun berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Sebaliknya, gawang salah satu tim promosi itu sudah bobol tujuh kali. “Tapi Malaga punya pelatih (Antonio Tapia) yang hebat. Seiring waktu serta kerja keras tim tersebut, saya yakin Malaga akan membuat kemajuan,” ungkap Emery. Sementara itu, Almeria gagal mencetak sejarah untuk kali pertama menjadi pemuncak klasemen Liga Primera setelah ditumbangkan tuan rumah Real Valladolid 0-2. Ini adalah kekalahan perdana Almeria musim ini. Kekalahan membuat kubu Almeria kecewa berat. Terlebih mereka sebenarnya sempat mencetak gol di menit ke-72, lewat Natalio. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut karena menganggap sang pemain sudah berada dalam posisi off-side. Dari tayangan ulang, terlihat bahwa keputusan wasit sebenarnya keliru. Meski demikian, pelatih Almeria, Gonzalo Arconada, tidak menimpakan kesalahan pada sang pengadil. Ia justru menyoroti kondisi lapangan Stadion Jose Zorilla. “Dalam sepakbola masa kini, kami bersaing lebih dari yang telah kami latih dan kami tidak biasa dengan kecepatan yang dapat dikembangkan di lapangan. Kami terlihat tidak nyaman sepanjang pertandingan dan tidak mampu menangani intensitas serangan Valladolid serta tidak terbiasa dengan permukaan lapangan,” papar Arconada seperti dilansir Goal. “Setelah ketinggalan 0-1, kami mencetak gol yang legal yang tidak disahkan. Jika saja gol tersebut dihitung masuk, kemungkinan skor akhir pertandingan akan berbeda,” sambungnya.(ali/ted) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




