Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Sejahtera, Gepeng Nginap di Wisma
Sabtu, 27 September 2008
Datang Jelang Ramadan, Pulang Usai Hari Raya
Laporan M Hapiz, Kota Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Gepeng dikoordinir? Mungkin razia tim yustisi, Jumat (26/9) yang berhasil menjaring enam pengemis sedang menginap di wisma bisa sebagai bukti penguatnya.

Temuan ini cukup mengejutkan karena baru pertama kali petugas Satpol PP Pekanbaru menangkap pengemis di sebuah wisma. Penangkapan ini berdasarkan informasi warga yang menyebutkan, banyak pengemis keluar masuk di salah satu wisma di jalan Agus Salim, Pekanbaru.

Dan benar saja, saat didatangi, Jumat (27/9) pukul 10.00 WIB, petugas berhasil menangkap sebagian pengemis. Diperkirakan sedikitnya ada 25 pengemis yang menginap di wisma tersebut.

‘’Kita datangnya pukul 10.00 WIB. Dan saat datang sebagian besar mereka sudah berangkat mengemis. Yang kita tangkap ini sedang bersiap-siap berangkat,’’  ungkap Plh Kakan Satpol PP Pekanbaru melalui Kepala Pleton Hendri Z kepada Riau pos, kemarin.

Hendri menyebutkan, petugas sebenarnya mengincar sang koordinator. Namun sayang tidak tertangkap.

Sementara itu, Iwan (29) salah seorang pengemis yang ditangkap tidak terlihat gusar saat digiring ke Kantor Satpo PP Pekanbaru. Saat itu ia sedang menggendong seorang anak yang usianya sekitar empat tahun. Ia mengaku pekerjaan sehari-harinya adalah mengemis di perempatan jalan, padahal tidak sedikitpun cacat ada di tubuhnya. Beda dengan Rina (31). Wanita ini memang tampak sedikit gusar. Saat ditanya petugas, jawabannya selalu berputar-putar. Tapi Rina mengaku kalau dirinya mengemis di Pasar Buah Jalan Sudirman karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan.

Lalu, di mana mereka dijaring petugas? Iwan, Rina dan empat pengemis lainnya ternyata ditemukan petugasa Satpol PP tengah menyewa kamar di salah watu wisma di Jalan Agus Salim. Mereka semua memang sengaja datang dari luar Kota Pekanbaru untuk menjadi pengemis. Datangnya sepekan sebelum Ramadan dan baru pulang usai Idul Fitri.

Rina misalnya. Ia datang dari Sumatera Utara. ‘’Suami saya cacat dan tidak bisa bekerja. Ya saya datang saja ke Pekanbaru ini, mengemis. Tidak ada lagi kerja lain,’’ ucapnya.

Rina dan teman-temannya sama-sama tak mengaku kalau mereka dikoordinir seseorang. Namun petugas tak percaya begitu saja dan yakin tetap ada orang yang mengkoordinir mereka. Sebenarnya tim yustisi menangkap delapan orang. Tapi dua di antaranya mengaku sebagai juru parkir dan pedagang. Keduanya juga datang dari provinsi tetangga. Sementara satu di antara pengemis memang kondisi tubuhnya cacat yaitu mengalami kaki pincang. Sedangkan kondisi tubuh lima pengemis lainnya terlihat sehat meski dalam keadaan lusuh karena tertangkap saat akan berangkat ‘’bekerja’’ menjadi pengemis.

Berapa mereka harus membayar penginapan dan pengeluaran sehari-hari dan berapa pendapatan mereka? Rina dan Iwan mengaku kalau membayar sewa wisma perhari Rp20.500 dengan satu kamar untuk dua orang. Bekerja mengemis, sehari minimal mereka mengaku mendapatkan uang Rp60 ribu dan bisa lebih dari itu. Sedangkan pengeluaran sehari-hari, aku mereka, bisa mencapai Rp20 ribu.

‘’Hanya untuk mencari makan saja, Pak. Kadang bagus rezeki dan kadang jelek. Tergantung harinya juga. Setelah lebaran nanti, pulang lagi. Kami datang saja ke Pekanbaru ini dari cerita orang kalau di sini bisa bekerja,’’ ucap mereka.

Razia Pasangan Mesum

Selain itu, petugas Satpol PP juga berhasil menjaring 15 orang pasangan tidak resmi di kos-kossan. Sebagian kedapatan sedang berduaan di dalam kamar dan sebagian lagi satu dalam rumah. Pasangan tidak resmi ini dijaring dari rumah kos Jalan Sisingamangaraja dan Wisma Melati Pasar Bawah.

Sama halnya dengan para pengemis, pasangan tidak resmi ini juga dibawa ke Kantor Satpol PP Pekanbaru untuk diminta keterangan dan didata.

Menurut Komandan Pleton Hendri Z, pihaknya banyak menerima laporan dari warga soal banyaknya pasangan tidak resmi yang sering berduaan di kos-kosan. ‘’Setelah didata dan dijamin oleh keluarganya, mereka juga akan dilepaskan,’’ sebut Hendri.(yls)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga