| Briket Batu Bara, Pemkab Kerja Sama PT PIR |
| Sabtu, 27 September 2008 | |
|
TELUK KUANTAN (RP) - Pemkab Kuantan Singingi melalui Dinas Pertambangan dan Energi akan menjalin kerja sama dengan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR). Kerja sama itu direncanakan dalam pengelolaan pabrik yang akan memproduksi briket batu bara.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kuantan Singingi melalui Kasubdin Migas, Kelistrikan dan Energi Yuridis kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/9) mengatakan, Pemkab kini mempunyai pabrik briket batu bara di Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir. Pabrik briket itu dibangun Pemerintah Provinsi Riau dengan dana Rp 1,2 miliar. Dana pembangunan pabrik briket itu bersumber dari APBD Provinsi Riau tahun anggran 2006. Pabrik briket itu telah diserahkan Pemrov Riau kepada Pemkab Kuansing melalui surat nomor 545/DPE-01/02/2007 tanggal 10 Desember 2007. Hanya saja kata Yuridis, untuk pengelolaan, Pemkab merasa kesulitan. Pasalnya Pemkab harus mendirikan BUMD dan berbagai persyaratan lainnya. Begitu juga dengan personel yang akan ditempatkan sebagai pengelola. Karena itu, Pemkab perlu mencarikan pihak ketiga yang bersedia menjalin kerja sama. Kamis, menurut Yuridis, PT PIR melalui anak perusahaannya PT Riau Multi Trade sudah menyatakan kesediaannya menjalin kerja sama. PT Riau Multi Trade juga sudah mempresentasikan pola yang akan diterapkannya dalam pengelolaan dan pengembangan pabrik briket batu bara milik Pemkab Kuansing. Dalam presentasi itu, PT Riau Multi Trade memaparkan mulai dari nilai aset Pemkab, estimasi kapasitas perhari, pasar, bahan baku dan manajerial pengelolaan. PT Riau Multi Trade menilai aset Pemkab berupa pabrik briket batu bara sejumlah Rp1,1 miliar. Sedangkan kapasitas direncanakan 4 ton perhari dari kemampuan mesin 6 hingga 20 ton per hari. Pasar sudah tersedia yakni Kota Pekanbaru dan kota lainnya di Riau serta pasar luar daerah. Bahan baku briket berupa batu bara 4.000 hingga 4.500 kalori tidak sulit. PT Riau Multi Trade memperkirakan deposit batu bara dengan kalori serendah itu diperkirakan mencapai 150 ribu ton. Manajerial pengelolaan akan merekrut 18 tenaga kerja. Tentang bagi hasil menurut Yuridis, PT Riau Multi Trade setiap tahun bersedia memberikan hasil 3 persen dari nilai aset Rp1,1 miliar untuk PAD Kuansing. Bahkan yang lebih menggembirakan, PT Riau Multi Trade menjanjikan break event point (balik modal) akan tercapai dalam tujuh tahun. ”Setelah break event point, persentase bagi hasil dihitung lagi,” kata Yuridis. Menurut Yuridis, presentase PT Riau Multi Trade sangat menarik. Namun Pemkab perlu mempertimbangkan berbagai hal. Keputusannya berada ditangan bupati. Karena itu hasil presentase PT Riau Multi Trade secepatnya akan disampaikan kepada bupati. Jika bupati setuju, kerja sama akan dimulai dengan SK Bupati.(dac) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




