| Mudik, Gunakan Jalur Alternatif |
| Sabtu, 27 September 2008 | |
|
Laporan Abu Kasim, Siak
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
PARA pemudik tentunya ingin cepat sampai di tempat tujuan, dan selamat selama dalam perjalanan. Tapi untuk menghindari kemacetan selama mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriah, tentu pemudik harus cerdik dan mengetahui jalur lalu-lintas yang rawan macet serta rawan kecelakaan. Apalagi wilayah Kabupaten Siak merupakan daerah lintas antar kabupaten/kota di Riau. Jika tidak ingin terjebak kemacetan dan antrean panjang, baik di feri penyeberangan Perawang dan Teluk Masjid, yang biasanya terjadi pada H-3 sampai dengan H+3, pemudik ada alternatif lain untuk cepat sampat ditempat tujuan. Yakni bila dari Kota Pekanbaru harus melalui jalur Simpang Beringin dan terus menuju Maredan. ‘’Mungkin tidak semua pemudik tahu ada jalan alternatif menuju ke Siak maupun ingin menuju ke Sungai Pakning, Bengkalis. Jika pemudik yang baru melintas Siak tenti tidak tahun, makanya diimbau agar pemudik mencari jalur alternatif dan ini untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang,’’ ujar Kasatlantas Polres Siak AKP Ahmad Salmi SH kepada Riau Pos, Jumat (26/9) di Siak. Dikatakan Salmi, biasanya jika pada waktu-waktu tertentu, khusunya pada musim arus mudik dan balik Idul Fitri, di Perawang, khususnya dari Kota Perawang menuju ke feri penyeberangan terjadi kemacetan serta antrean panjang sampai beberapa kilometer. Padahal jika pemudik pintar, mereka mencari jalan alternatif lain, yakni bila pemudik dari arah Pekanbaru harus memalui jalur lintas timur dan sesampainnya di Simpang Beringin langsung menuju ke arah Maredan. Apalagi kata Salmi, jika pemudik melalui jalan lintas timur menuju ke Kerincikanan-Simpang Buatan, akan mengalami kendala. Selain macet, kondisi jalan banyak yang rusak serta bergelombang, apalagi bila musim kemarau maka debu bertebaran. Alternatif kedua ujar Salmi, setelah berada di jalur Dayun-Siak dan ingin menuju ke Sungai Pakning tujuan Bengkalis, pemudik tidak memacu kendaraannya melalui Teluk Masjid yang nantinya akan melewati feri penyeberangan di Teluk Masjid. Tapi pemudik membalikkan arah kendaraanya menuju Kota Siak dan melintasi Jembatan Siak Tengku Agung Sultanah Latifah dan langsung menuju jalur Siak-Bungaraya-Pakning. ‘’Jika jalur ini diingat, maka perjalanan mudik tidak akan ada kendala yang berarti. Meski kondisi jalan masih belum rata dan banyak lubang, pemudik kita harapkanya tetap waspada dan hati-hati,’’ ujarnya. Untuk wilayah Kabupaten Siak ada 15 titik rawan kecelakaan dan kemacetan selama mudik Idul Fitri. Di antaranya kata Salmi, sembilan titik di wilayah Minas-Kandis dan lainnya tersebar antara Perawang, Dayun, Siak, Pusako dan kecamatan Bungaya. Makanya untuk mendapatkan informasi tentang titik-titik macet serta rawan kecelakaan, pemudik jangan segan-segan untuk memintanya kepada petugas pos yang disetiap persimpangan. Sehingga pemudik tidak terjebak kemacetan serta kecelakaan. ‘’Jangan segan-segan bertanya kepada petugas kita di lapangan. Karena selama mudik ini disiagakan 2/3 kekuaran anggota Polres Siak. Sehingga setiap saat masyarakat bisa bertanya tentang arus mudik dan balik selama Idul Fitri tahun 2008,’’ ujar Salmi.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




