| Air Bersih Dibahas Usai Idul Fitri |
| Sabtu, 27 September 2008 | |
|
Tim Teknis Diberangkatkan ke Malaysia
Laporan SYAHRI RAMLAN, Bagansiapi-api Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya TIM Teknis Pemkab Rohil untuk pengadaan air bersih kembali merencanakan untuk melakukan pertemuan secara resmi dengan pihak Salcon Enginnering Berhad Malaysia guna membahas pelaksanaan lelang pengolahan. Pertemuan secara resmi antara tim teknis Pemkab Rohil dengan pihak Salcon tersebut direncanakan dilaksanakan di Malaysia usai Idul Fitri. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rohil, Drs H Wan Amir Firdaus MSi didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kehutanan, H Wazirwan Yunus SSos MSi kepada Riau Pos kemarin di Bagansiapi-api. ‘’Dalam ketentuan yang mengatur, kegiatan pengolahan air bersih itu harus dilelang. Lantaran sudah ketentuan, maka kita ikuti saja. Karena, aturan mainnya memang sudah begitu,’’ kata Amir Firdaus. Berkaitan dengan ketentuan tersebut, tambah Amir Firdaus, Tim Teknis Pemkab Rohil telah melakukan pertemuan dan pembahasan dengan perwakilan pihak Salcon yang berkedudukan di Jakarta. ‘’Sampai saat ini, koordinasi itu masih kita lakukan. Dari petunjuk itulah, tim teknis merasa perlu untuk melakukan koordinasi langsung dengan Salcon di Malaysia itu. Makanya, dalam waktu dekat ini, kita dari tim teknis ini segera berangkat ke Malaysia guna membahas masalah ini,’’ kata Amir Firdaus. Amir Firdaus menjelaskan, berkaitan dengan kegiatan pengolahan air bersih tersebut Pemkab Rohil telah membuka kesempatan kepada semua investor yang mau berminat. ‘’Artinya, kita sangat perlu melibatkan atau memberikan kesempatan kepada pihak ketiga dalam hal ini investor untuk menangkap peluang sumber daya alam yang kita miliki ini. Dengan adanya keterlibatan pihak investor ini, diharapkan masalah air bersih yang sedang dihadapi oleh semua daerah termasuk di Rohil dapat dijawab,’’ kata Amir Firdaus. Kendati telah diberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pihak investor, tambah Amir Firdaus, tidak tertutup kemungkinannya ada yang tidak sanggup atau mampu dalam menangkap peluang sumber daya alam yang dimiliki di Kabupaten Rohil tersebut. ‘’Kalau kesempatan ini sudah kita buka lebar dan pihak investor tidak berminat sementara masalah air bersih itu sendiri sudah menjadi kebutuhan, barangkali Pemkab Rohil perlu mengambil kebijakan. Salah satunya diantara ya bisa saja mengolah air bersih itu dengan kemampuan yang ada,’’ kata Amir Firdaus. Intinya, lanjut Amir Firdaus, daerah segera mengambil langkah-langkah kalau memang sudah tidak ada lagi investor yang berminat untuk mengolah air bersih tersebut. ‘’Selagi bisa memungkinkan merangkul pihak investor, maka semuanya kita lakukan. Kalau sudah tidak memungkinan sementara kebutuhan dinilai mendesak, kita (daerah, red) yang membangunnya. Itupun dilihat dari kondisi anggarannya. Kalau tidak memberatkan dan bisa terjangkau, saya pikir Rohil bisa membangunnya sendiri. Tapi, kalau sudah menggunakan dana yang besar, maka kita perlu sharing baik dengan pemerintah pusat maupun provinsi,’’ kata Amir Firdaus.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




