| Bandara Benazir Bhutto Diancam Bom |
| Jumat, 26 September 2008 | |
|
ISLAMABAD (RP)-Ketegangan di Pakistan masih terasa sejak adanya bom truk yang menyerang Hotel Marriott di Islamabad yang menewaskan 60 orang dan melukai 260 orang. Kemarin, giliran Bandara Benazir Bhutto yang diancam diledakkan.
Otoritas bandara internasional Islamabad memperketat keamananan, setelah Kamis (25/9) mendapatkan ancaman telepon yang mengatakan akan melakukan serangan bom bunuh diri di fasilitas tersebut. Sementara itu menurut pejabat keamanan senior bandara Kolonek Ashraf Faiz mengatakan penerbangan di bandara tidak terganggu, dan sejam setelah penerimaan telepon ancaman tersebut, serangan itu tidak terbukti. ‘’Hal itu merupakan ancaman spesifik,’’ terangnya. ‘’Bandara ini dalam status siaga kode merah,’’ tambahnya. Petugas mengosongkan sebagian besar lahan parkir Bandara Internasional Benazir Bhutto yang terletak di pinggiran kota garnisun Rawalpindi, sekitar 12km dari Islamabad. Otoritas penerbangan sipil Pakistan Parves George mengatakan petugas juga membubarkan kerumunan penjemput maupun yang mengantar. ‘’Polisi mengosongkan gedung terminal dari kerumunan,’’ ujarnya. Pasca serangan bom, British Airways membatalkan penerbangan enam kali sepekannya ke Islamabad awal pekan ini, karena alasan keamanan. Pada Februari 2007 seorang penyerang bunuh diri menembak lokasi VIP bandara itu sebelum meledakkan dirinya dengan sebuah granat tangan dan mencederai tiga orang. Pada Rabu lalu, diketahui pula bahwa kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab bom Marriott mengancam akan melakukan serangkaian serangan lagi dan mengancam Pakistan agar menghentikan kerjasamanya dengan AS. Serangan bom dan juga ancaman itu berasal dari militan Islam yang bermarkas di perbatasan Pakistan-Afghanistan, yang merupakan sarang Al Qaida dan pejuang Taliban. AS telah menekan Pakistan untuk membersihkan markas Taliban di barat laut. Selain itu Amerika juga meluncurkan serangannya dan telah membuat populasi itu sangat marah dengan sekutu Pakistan itu. Sementara itu, pemerintah AS juga memperingatkan warganya di Pakistan untuk menjaga kemungkinan serangan lebih jauh.(erm/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




