Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Bandara Benazir Bhutto Diancam Bom
Jumat, 26 September 2008
ISLAMABAD (RP)-Ketegangan di Pakistan masih terasa sejak adanya bom truk yang menyerang Hotel Marriott di Islamabad yang menewaskan 60 orang dan melukai 260 orang. Kemarin, giliran Bandara Benazir Bhutto yang diancam diledakkan.

Otoritas bandara internasional Islamabad memperketat keamananan, setelah Kamis (25/9) mendapatkan ancaman telepon yang mengatakan akan melakukan serangan bom bunuh diri di fasilitas tersebut. Sementara itu menurut pejabat keamanan senior bandara Kolonek Ashraf Faiz mengatakan penerbangan di bandara tidak terganggu, dan sejam setelah penerimaan telepon ancaman tersebut, serangan itu tidak terbukti. ‘’Hal itu merupakan ancaman spesifik,’’ terangnya. ‘’Bandara ini dalam status siaga kode merah,’’ tambahnya.

Petugas mengosongkan sebagian besar lahan parkir Bandara Internasional Benazir Bhutto yang terletak di pinggiran kota garnisun Rawalpindi, sekitar 12km dari Islamabad. Otoritas penerbangan sipil Pakistan Parves George mengatakan petugas juga membubarkan kerumunan penjemput maupun yang mengantar. ‘’Polisi mengosongkan gedung terminal dari kerumunan,’’ ujarnya.

Pasca serangan bom, British Airways membatalkan penerbangan enam kali sepekannya ke Islamabad awal pekan ini, karena alasan keamanan. Pada Februari 2007 seorang penyerang bunuh diri menembak lokasi VIP bandara itu sebelum meledakkan dirinya dengan sebuah granat tangan dan mencederai tiga orang. Pada Rabu lalu, diketahui pula bahwa kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab bom Marriott mengancam akan melakukan serangkaian serangan lagi dan mengancam Pakistan agar menghentikan kerjasamanya dengan AS.

Serangan bom dan juga ancaman itu berasal dari militan Islam yang bermarkas di perbatasan Pakistan-Afghanistan, yang merupakan sarang Al Qaida dan pejuang Taliban. AS telah menekan Pakistan untuk membersihkan markas Taliban di barat laut. Selain itu Amerika juga meluncurkan serangannya dan telah membuat populasi itu sangat marah dengan sekutu Pakistan itu. Sementara itu, pemerintah AS juga memperingatkan warganya di Pakistan untuk menjaga kemungkinan serangan lebih jauh.(erm/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga