Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Maksiat di Bulan Ramadan
Jumat, 26 September 2008
TANPA disangka, Rabu (24/9), di bulan Ramadan ternyata Satpol PP menangkap puluhan pasangan mesum yang lagi asyik di sejumlah hotel melati dan penginapan lainnya.

Semua mungkin tidak menyangka, kalau di bulan suci Ramadan mereka berani melakukan pembuatan yang sangat tercela itu. Tapi itu adalah kenyataan di Kota Bertuah ini.

Kalau kita mau mematuhi tausiah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, agar menutup rumah makan dan tempat hiburan dan boleh membukanya di jam tertentu, maksudnya tidak lain agar menghormati bulan suci ini, tentu maksiat di tengah orang sedang berpuasa ini tidak akan terjadi.

Namun tetap saja banyak kalangan yang menolak imbauan MUI tersebut, yakni agar menutup rumah makan dan tempat hiburan di jam tertentu. Makanya, jangan heran tak sedikit orang yang tidak berpuasa pun asyik melahap makan di pinggir toko atau keramaian dan mereka yang menikmati hiburan malam pun tetap melakukan maksiat seperti bulan biasanya.

Tausiah MUI itu tidak lain maksudnya adalah untuk menjaga kota ini dari bencana yang lebih besar lagi. Makanya, pandangan miring sebagian orang yang melihat bahwa larangan yang disampaikan MUI adalah sikap arogansi MUI, adalah pandangan sempit.

Allah tidak akan menimpakan suatu bencana pada suatu bangsa atau daerah jika masih ada orang yang saleh. Nah, bagaimana jika maksiat itu merajalela di Bumi Bertuah ini, sementara tidak ada yang mengingatkan?

Jika di bulan suci Ramadan maksiat masih tersebar di mana-mana. Sangat mungkin di bulan lainnya akan menyeruak lebih parah lagi.

Mereka bukan hanya berani makan di siang hari di samping orang yang berpuasa, tetapi mereka sudah berani melakukan maksiat di tengah orang lain sedang khusuk bertadarrus mengaji dan melakukan salat tarawih.

Apakah harus kita katakan ini sebagai ujian bagi orang yang berpuasa dan dibiarkan begitu saja. Allah mengingatkan kita agar melarang perbuatan keji, minimal dengan tausiah, kalau tidak mampu dengan perbuatan.

Hasil penangkapan Satpol PP itu baru sebagian kecil yang tertangkap, masih banyak lagi kasus lainnya yang tidak terpantau. Artinya, aktivitas narkoba dan lainnya mungkin saja makin marak di bulan suci ini, tapi karena tidak terpantau, mereka tetap aman saja.

Mereka memanfaatkan bulan suci ini dengan tameng bahwa di bulan suci polisi dan Satpol PP tidak merazia tempat hiburan, sehingga mereka aman dari razia yang rutin.

Maka sangat wajar jika Pemko Pekanbaru mendukung seruan MUI tersebut, dan Pemko pun menyebarkan surat edaran agar pemilik rumah makan dan tempat hiburan buka pada jam tentu, demikian juga aktivitas lainnya yang mengganggu orang yang puasa dikurangi.

Sejalan dengan visi Kota Pekanbaru yakni menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan Melayu, tentunya kita menginginkan kota ini bersih dari aktivitas yang merusak akhlak umat.

Tausiah-tausiah itu sangat kita perlukan, sehingga kota terhindar bencana, apakah dalam bentuk bencana moral atau bencana alam. Tetapi ingat, ancaman kerukan moral itu lebih dahsat dari bencana alam lainnya.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga