| Djoko Santoso Calon Ketua Umum PBSI |
| Jumat, 26 September 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - Musyawarah Nasional PBSI 14-15 November di Jakarta semakin dekat. Seiring dengan itu, Pengda-Pengda di seluruh tanah air juga mulai mencari sosok ketua umum menggantikan Sutiyoso.
Hingga kemarin, Panpel Munas yang diketuai MF Siregar baru menerima satu nama, yakni Djoko Santoso ke dalam meja pencalonan ketua umum. Bahkan, Pengurus Daerah (Pengda) PBSI DKI Jakarta secara resmi memberikan dukungan bagi Jenderal Djoko Santoso untuk dicalonkan menjadi ketua umum PB PBSI. Keterangan itu dikemukakan Pengda yang membawahi lima Pengcab di Jakarta itu dalam surat resmi yang ditandatangani Juniarto Suhandinata yang menggantikan Icuk Sugiarto sebagai ketua umum. Di dalam surat itu, dukungan terhadap Panglima TNI sejak 2007 itu, diperoleh dari hasil Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) DKI Jakarta di Klub Golf Senayan 20 September lalu. ‘’Surat itu ditujukan kepada Pak Djoko, kami hanya menerima tembusan,’’ ungkap Siregar yang juga menjabat sebagai Sekjen PB PBSI di Jakarta, Kamis (25/9). Menurut pria yang kerap disapa Opung itu Pengda DKI Jakarta menjadi pendukung Djoko Santoso yang ke-20 dari 33 Pengda yang dinaungi PB PBSI. Beberapa Pengda yang lebih dahulu memberikan suara adalah Jatim, Jabar, Banten, Sumut, dan Kaltim. ‘’Tidak menutup kemungkinan ada nama baru karena di AD/ART pun tidak membatasi, yang tidak boleh kalau tidak ada wakil ketum,’’ jelas Opung. Siapa pun boleh mencalonkan diri menjadi ketum, asalkan sesuai kriteria yang tercantum dalam pasal 13 AD/ART PB PBSI. Calon pengurus, termasuk ketum, diwajibkan memiliki mempunyai perhatian dan loyalitas terhadap perkembangan bulutangkis Indonesia. Selain itu, dalam ayat ketiga juga paparkan calon pengurus haruslah merupakan simpatisan atau anggota PBSI.(vem/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




