| 10 Kilogram Daging Ilegal Disita |
| Jumat, 26 September 2008 | |
|
Tim Disnakkanla Sidak Pasar
Laporan RPG, Dumai Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya SEJAK Rabu (24/9), Tim Pengawas Peredaran Pangan Asal Hewan dan Produk Perikanan, secara intensif melaksanakan sidak ke pasar-pasar penyedia sembako. Pada pelaksanaan pengawasan hari kedua, Kamis (25/9), tim yang dikoordinir Dinas Peternakan Perikanan Kelautan (Disnakkanla) menemukan 10 kilogram daging ilegal masuk dari Malaysia. Daging ini berasal dari Negara India, ditemukan dari tangan pengencer di Jalan Merdeka. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, guna keperluan pengolahan, daging masuk ke Indonesia diseludupkan selanjutnya dipasarkan ke konsumen sudah dalam bentuk daging bakso. Tim yang terdiri dari Disnakkanla, Satpol PP, Kantor Pasar, MUI, menemukannya di kedai milik warga berinisial BD di Jalan Merdeka. Daging tersebut diseludupkan melalui Malaysia dari Negara India, asal daging. Selanjutnya oleh pedagang pengencer, daging tersebut diolah dengan mesin gilingan. Dijual kepada konsumen sudah dalam bentuk olahan yang antara lain berbentuk daging bakso. Tim Pengawas Peredaran Pangan Asal Hewan dan Produk Perikanan yang dikoorinir Dinas Peternakkan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai, melalui dr Budiono, mengatakan pelakunya diberikan pembinaan. Sebelumnya, pada Rabu lalu tim ini melaksanakan pengawasan di pasar penyedia bahan sembako di Jalan Arifin Achmad, Kelurahan Bukit Batrem. Selanjutnya, tim mendatangi Pasar Jayamukti di Jalan Kesuma, Pasar Senggol di Jalan Jenderal Sudirman serta Ramayana. Di empat tempat tersebut petugas melakukan pengecekan. Petugas juga mencatat, berdialog dengan pedagang serta membeli beberapa jenis bahan pokok untuk dijadikan sampel. Sampel yang diambil selanjutnya diteliti di Kantor Disnakkanla. Tim ini melakukan pemeriksaan dalam waktu yang tidak ditentukan. Namun pelaksanaannya oleh tim dilakukan secara acak dan waktunya tidak dipublikasikan kepada masyarakat. ‘’Tujuan tim mengantisipasi peredaran bahan pokok asal hewan yang tidak sehat. Yang dipasarkan harus sesuai kriteria ASUH meliputi Aman Sehat, Utuh dan Halal,’’ ungkap Kepala Disnakkanla, Ir H Surya Irianto MSi. Melalui drh Budiono dan drh Ira Firgorita, dikemukakan, tim melakukan pemeriksaan dengan cara mengambil sampel sembako berasal dari hewan. Di antaranya daging sapi, daging ayam, ikan basah dan kering, telor ayam ras dan telor ayam kampung, serta daging bakso. ‘’Tim melaksanakan pemeriksaan sampel sembako dari hewan, sebagaimana jadwal tim turun ke lapangan hingga Idul Fitri. Karena menjelang hari raya konsumsi sembako biasanya meningkat,’’ tambah Ira Firgorita. Pemantauan terhadap pemasaran daging, resmi atau tidak resmi, intensitas pengawasan ditingkatkan. Mengantisipasi pemalsuan terhadap kualitas daging, masyarakat diminta teliti ketika membeli produk pangan asal hewan. ‘’Kita mengawasi, memberikan pembinaan, serta survei terhadap peredaran bahan pangan asal hewan. Intensif tiga bulan sekali dilakukan pengawasan,’’ tambah Surya Irianto.(ery/hen) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




