Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

10 Kilogram Daging Ilegal Disita
Jumat, 26 September 2008
Tim Disnakkanla Sidak Pasar
Laporan RPG, Dumai Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
SEJAK Rabu (24/9), Tim Pengawas Peredaran Pangan Asal Hewan dan Produk Perikanan, secara intensif melaksanakan sidak ke pasar-pasar penyedia sembako.

Pada pelaksanaan pengawasan hari kedua, Kamis (25/9), tim yang dikoordinir Dinas Peternakan Perikanan Kelautan (Disnakkanla) menemukan 10 kilogram daging ilegal masuk dari Malaysia. Daging ini berasal dari Negara India, ditemukan dari tangan pengencer di Jalan Merdeka.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, guna keperluan pengolahan, daging masuk ke Indonesia diseludupkan selanjutnya dipasarkan ke konsumen sudah dalam bentuk daging bakso. Tim yang terdiri dari Disnakkanla, Satpol PP, Kantor Pasar, MUI, menemukannya di kedai milik warga berinisial BD di Jalan Merdeka.

Daging tersebut diseludupkan melalui Malaysia dari Negara India, asal daging. Selanjutnya oleh pedagang pengencer, daging tersebut diolah dengan mesin gilingan. Dijual kepada konsumen sudah dalam bentuk olahan yang antara lain berbentuk daging bakso.

Tim Pengawas Peredaran Pangan Asal Hewan dan Produk Perikanan yang dikoorinir Dinas Peternakkan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai, melalui dr Budiono, mengatakan pelakunya diberikan pembinaan.

Sebelumnya, pada Rabu lalu tim ini melaksanakan pengawasan di pasar penyedia bahan sembako di Jalan Arifin Achmad, Kelurahan Bukit Batrem. Selanjutnya, tim mendatangi Pasar Jayamukti di Jalan Kesuma, Pasar Senggol di Jalan Jenderal Sudirman serta Ramayana. Di empat tempat tersebut petugas melakukan pengecekan. Petugas juga mencatat, berdialog dengan pedagang serta membeli beberapa jenis bahan pokok untuk dijadikan sampel.

Sampel yang diambil selanjutnya diteliti di Kantor Disnakkanla. Tim ini melakukan pemeriksaan dalam waktu yang tidak ditentukan. Namun pelaksanaannya oleh tim dilakukan secara acak dan waktunya tidak dipublikasikan kepada masyarakat.

‘’Tujuan tim mengantisipasi peredaran bahan pokok asal hewan yang tidak sehat. Yang dipasarkan harus sesuai kriteria ASUH meliputi Aman Sehat, Utuh dan Halal,’’ ungkap Kepala Disnakkanla, Ir H Surya Irianto MSi.

Melalui drh Budiono dan drh Ira Firgorita, dikemukakan, tim melakukan pemeriksaan dengan cara mengambil sampel sembako berasal dari hewan. Di antaranya daging sapi, daging ayam, ikan basah dan kering, telor ayam ras dan telor ayam kampung, serta daging bakso.

‘’Tim melaksanakan pemeriksaan sampel sembako dari hewan, sebagaimana jadwal tim turun ke lapangan hingga Idul Fitri. Karena menjelang hari raya konsumsi sembako biasanya meningkat,’’ tambah Ira Firgorita.

Pemantauan terhadap pemasaran daging, resmi atau tidak resmi, intensitas pengawasan ditingkatkan. Mengantisipasi pemalsuan terhadap kualitas daging, masyarakat diminta teliti ketika membeli produk pangan asal hewan. ‘’Kita mengawasi, memberikan pembinaan, serta survei terhadap peredaran bahan pangan asal hewan. Intensif tiga bulan sekali dilakukan pengawasan,’’ tambah Surya Irianto.(ery/hen)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga