| Pesawat Mata-mata AS Ditembak |
| Kamis, 25 September 2008 | |
|
Laporan JPNN, Islamabad
MILITER Pakistan menemukan puing-puing pesawat mata-mata tanpa awak di Waziristan, kawasan perbatasan dengan Afghanistan. Mereka tidak mengidentifikasikannya sebagai pesawat milik Amerika Serikat. Namun, tak ada negara lain yang menerjunkan pasukan di Afghanistan yang mengoperasikan pesawat tanpa awak kecuali AS. Pihak Pakistan membantah pesawat itu jatuh karena mereka tembak. ‘’Tak ada lubang peluru di pesawat itu,’’ ujar penyataan resmi militer Pakistan. Pernyataan itu bertentangan dengan yang dikatakan tiga pejabat intelejen Pakistan sehari sebelumnya. Mereka menyatakan kalau tentara penjaga perbatasan dan milisi bersenjata di Waziristan yang merupakan sarang dari Taliban telah menembak jatuh sebuah pesawat di dekat Desa Jalal Khel pada Selasa (23/9). Tapi, militer Pakistan memastikan kalau pesawat tersebut hanya mengalami kerusakan teknis dan mereka telah memperbaikinya. Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung. Sedangkan kubu AS membantah mereka kehilangan pesawat tanpa awak yang tampaknya ditugaskan untuk memantau aktivitas Taliban dan Al Qaida, dua kelompok yang diduga banyak bermarkas di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan. ‘’Kami tidak kehilangan pesawat,’’ ujar pernyataan resmi dari markas pasukan AS di Afghanistan. Aktivitas AS di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan memang telah memancing reaksi keras dari Islamabad. Berkali-kali pesawat-pesawat AS tanpa permisi memasuki wilayah Pakistan, baik untuk kegiatan mata-mata maupun untuk langsung menggempur wilayah-wilayah yang mereka anggap sarang teroris. Keberatan Pakistan itulah yang disampaikan Presiden Asif Ali Zardari ketika bertemu dengan Presiden AS George W Bush di New York, Selasa lalu. Bush pun langsung menegaskan kalau negaranya tak bermaksud melanggar kedaulatan Pakistan. ‘’Anda telah dengan sangat jelas menegaskan hak kedaulatan Pakistan dan kewajiban Anda untuk melindungi negara Anda. Amerika Serikat akan berada di belakang Anda,’’ ujar Bush dalam pertemuan yang digelar di sela-sela Sidang Umum PBB di New York tersebut. (erm/ttg/azf) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




