Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Korut Aktifkan Lagi Pusat Reaktor Nuklir
Kamis, 25 September 2008
WINA (RP) - Korea Utara tampaknya belum berniat mengurangi ketegangan politik dengan negara-negara Barat terutama Amerika Serikat. Faktor utamanya tetap yakni nuklir.

Deputi Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Olli Heinonen melaporkan beberapa hasil temuannya kepada 35 Dewan Gubernur di Wina kemarin. Temuan itu berkaitan dengan aktivitas nuklir terbaru Korea Utara. Dilaporkannya, saat ini Korea Utara sedang mengaktifkan kembali kompleks reaktor nuklir di Yongbyon. Pusat segala aktivitas nuklir Korut. Sejak November lalu, aktivitas kompleks Yongbyon dihentikan di meja runding bersama lima negara negosiator. Kala itu, Korut berjanji melakukan pelucutan senjata dengan kompensasi bantuan ekonomi dari negara-negara tersebut. Yakni AS, Jepang, Cina, Rusia, dan Korea Selatan.

Untuk memudahkan langkah negara komunis itu, lanjutnya, monitor pengawas, 100 segel dan 20-25 kamera pemantau milik PBB yang ditempatkan di Yongbyon di rusak. Tujuannya untuk mengaktifkan kembali fasilitas-fasilitas produksi reaktor nuklir yang dijadwalkan dalam pekan ini.

‘’Tak ada lagi segel dan peralatan-peralatan pengawasan ditempat itu. Lebih lanjut, kita kehilangan akses memantau lokasi pembuatan (nuklir) itu,’’ kata juru bicara Melissa Fleming, meringkas keterangan agen senior IAEA itu.

‘’Kini IAEA tak lagi bisa mengetahui apa yang terjadi di Yongbyon,’’ kata seorang diplomat Eropa yang hadir dalam konferensi itu cemas. Amerika Serikat bereaksi cepat menanggapi laporan Agen senior IAEA itu. Bersama negara-negara sekutunya, AS akan melakukan soft diplomasi dengan Korut. Meminta agar negara tersebut membatalkan niatnya dan membuka akses yang luas bagi alat peninjau memantau perkembangan lokasi.

Korea Utara mokong karena Amerika serikat belum menghapus namanya dari daftar hitam (blacklist) pelaku terorisme.(ape/jpnn)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga