| Korut Aktifkan Lagi Pusat Reaktor Nuklir |
| Kamis, 25 September 2008 | |
|
WINA (RP) - Korea Utara tampaknya belum berniat mengurangi ketegangan politik dengan negara-negara Barat terutama Amerika Serikat. Faktor utamanya tetap yakni nuklir.
Deputi Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Olli Heinonen melaporkan beberapa hasil temuannya kepada 35 Dewan Gubernur di Wina kemarin. Temuan itu berkaitan dengan aktivitas nuklir terbaru Korea Utara. Dilaporkannya, saat ini Korea Utara sedang mengaktifkan kembali kompleks reaktor nuklir di Yongbyon. Pusat segala aktivitas nuklir Korut. Sejak November lalu, aktivitas kompleks Yongbyon dihentikan di meja runding bersama lima negara negosiator. Kala itu, Korut berjanji melakukan pelucutan senjata dengan kompensasi bantuan ekonomi dari negara-negara tersebut. Yakni AS, Jepang, Cina, Rusia, dan Korea Selatan. Untuk memudahkan langkah negara komunis itu, lanjutnya, monitor pengawas, 100 segel dan 20-25 kamera pemantau milik PBB yang ditempatkan di Yongbyon di rusak. Tujuannya untuk mengaktifkan kembali fasilitas-fasilitas produksi reaktor nuklir yang dijadwalkan dalam pekan ini. ‘’Tak ada lagi segel dan peralatan-peralatan pengawasan ditempat itu. Lebih lanjut, kita kehilangan akses memantau lokasi pembuatan (nuklir) itu,’’ kata juru bicara Melissa Fleming, meringkas keterangan agen senior IAEA itu. ‘’Kini IAEA tak lagi bisa mengetahui apa yang terjadi di Yongbyon,’’ kata seorang diplomat Eropa yang hadir dalam konferensi itu cemas. Amerika Serikat bereaksi cepat menanggapi laporan Agen senior IAEA itu. Bersama negara-negara sekutunya, AS akan melakukan soft diplomasi dengan Korut. Meminta agar negara tersebut membatalkan niatnya dan membuka akses yang luas bagi alat peninjau memantau perkembangan lokasi. Korea Utara mokong karena Amerika serikat belum menghapus namanya dari daftar hitam (blacklist) pelaku terorisme.(ape/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




