| Oktober, 215 Ribu Bibit Sawit Didistribusikan |
| Kamis, 25 September 2008 | |
|
TEMBILAHAN (RP) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Indragiri Hilir (Inhil) menargetkan paling lama akhir Oktober mendatang, sudah mendistribusikan 215.000 kecambah sawit kepada warga petani daerah ini.
Sekarang, instansi ini sedang melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang akan menjadi mitra dalam pengadaannya. Diperkirakan pekan mendatang sudah diketahui siapa pemenang tender tersebut. Dikatakan Kadishutbun Inhil Ir H Syafrinal Heddy MM, bibit itu dialokasikan untuk kelompok tani yang sudah mengajukan permohonan bantuan. Supaya benar-benar bibit yang berkualitas, instansi ini sudah menegaskan kepada semua peserta tender tentang syarat yang harus dipenuhi. Sesuai dengan program yang dibuat, bibit yang diadakan itu jenis Marihat kualitas terbaik. Oleh sebab itu rekanan yang menjadi pemenang tender diingatkan jangan coba-coba melakukan penipuan. Pasalnya, Dishutbun bekerja sama dengan pakar pertanian, sehingga dapat mengetahui jenis kecambah yang diadakan. Apabila ada bukti penipuan, intansi tersebut akan mengadukan kepada aparat penegak hukum. Karena merugikan warga yang kelak menggunakan bibit tersebut. ‘’Nantinya setiap kelompok tani yang menerima distribusi bibit ini dibekali dengan sprayer, polyback kemudian mendapatkan bimbingan dari PPL kita. Di samping itu racun pencegah hama juga kita berikan kepada warga ini supaya bibit yang dikembangkan dapat tumbuh dengan baik sampai ditanam ke perkebunan,’’ ujar Syafrinal Heddy kepada Riau Pos, Rabu (24/9). Bantuan kecambah sawit bermutu itu sebagai respon atas tingginya animo masyarakat untuk mengembangkannya. Kondisi wilayah masih memungkinkan untuk pengembangannya, terutama pada kawasan lahan tidak produktif. Jumlah lahan ini masih cukup banyak. Namun Kadishutbun secara tegas tidak memberikan respon kepada kelompok tani yang ingin melakukan alih fingsi lahan. Khusus untuk perkebunan kelapa lokal, sesuai dengan komitmen tetap akan dipertahankan. Hal itu sesuai dengan program yang sudah disusun, yakni tetap mempertahankan Inhil sebagai sentra perkebunan kelapa. Jumlah bibit sebanyak 215.00 itu masih tergolong sedikit untuk memenuhi keinginan warga. Dari kalkulasi yang dilakukan Dishutbun, guna memenuhi keinginan warga sedikitnya diperlukan sekitar 2 juta bibit. Ini berhubungan dengan banyaknya yang mengembangkan tanaman tersebut. Kendati saat ini, harga jual TBS masih belum sebaik dua bulan silam, Syafrinal menyebut masih menjanjikan. Oleh sebab itulah, banyak warga yang terus mengembangkannya. Karena itu pula banyak bibit palsu yang beredar di tengah masyarakat dewasa ini.(yon) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












