Kamis, 04 Desember 2008 || 5 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Persiapan "Balek Kampong"
Rabu, 24 September 2008
TANPA terasa kita sudah memasuki sepuluh akhir Ramadan. Bukan hanya sibuk membuat kue hari raya, tapi juga persiapan balek kampong yakni mempersiapkan kendaraan atau membeli tiket, apakah tiket bus, kapal, pesawat.

Hakikat balek kampong atau mudik adalah berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri. Kerinduan akan suasana itulah, makanya perantau berbondong-bondong balek kampong.

Bagi sebagian orang kadang balek kampong dianggap kampungan, namun bagi sebagian besar, rasa haru saat pulang itu tak bisa tergantikan, bahkan tak bisa ditebus dengan uang sekalipun.

Bagi yang lebih ekstrim lagi, adalah kewajiban. Segala upaya dilakukan agar bisa sampai ke tujuan. Hari raya bukan saatnya lagi bekerja atau mencari uang karena manusia bukan robot. Momen itu satu kali setahun. Jadi ini kesempatan berbahagia berkumpul bersama keluarga tercinta.

Ada suasana hampa ketika kita ber-hari raya tidak di samping keluarga, apalagi ketika kita mendengar takbir berkumandang. Tanpa terasa kita menitikkan air mata.

Mudik adalah sebuah perjalanan. Sudah sewajarnya dalam perjalanan memperhatikan keselamatan. Balek kampong bukan hanya boking tiket di awal Ramadan atau berdesak-desakan. Itu baru satu tahapan, bahkan tahapan awal, jadi bukan jaminan sampai di tempat tujuan. Tahapan berikutnya adalah keselamatan dan ini jauh lebih penting.

Petugas kapal harus tegas dan penumpang diminta ikhlas menunda keberangkatan demi keselamatan. Kita begitu khawatir melihat kenekatan penumpang speedboat di Pelabuhan Sungai Duku, yang merupakan salah satu titik pemberangkatan penumpang, selain Terminal Bandarraya Payung Sekaki dan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Meskipun tempat duduk sudah penuh, mereka sering memaksakan diri di bangku cadangan. Pada akhirnya penumpang melebihi kapasitas armada angkutan.

Jumlah penumpang yang membludak di Pelabuhan Sungai Duku umumnya tujuan Bengkalis, Siak dan Kecamatan Tebingtinggi. Khusus jalur Pekanbaru-Bengkalis, setakat ini lima hari menjelang hari raya sudah diboking habis.

Pemerintah seharusnya membaca ancaman nyawa penumpang, karena itu meminta pengusaha angkutan umum jangan hanya memikirkan keuntungan saja, tapi juga memikirkan keselamatan penumpang. Angkutan laut harus benar-benar memerhatikan kelaikan kapal sebelum berlayar. Apalagi di tengah cuaca yang tidak menentu. Perhatikan semua peralatan, baik teknis maupun non teknis sehingga tidak ditemukan kendala dalam perjalanan.

Tidak hanya angkutan laut, angkutan darat juga rawan kecelakaan. Anjuran supir bus mengikuti tes urine, untuk mengetahui apakah supir mengonsumsi alkohol atau obat-obatan, jangan hanya tinggal seruan. Sebab supir mempertaruhkan banyak nyawa manusia.

Ratusan kenderaan direncanakan mengikuti jadwal Mudik Basamo ke Sumatera Barat, untuk itu perlu persiapan pengawalan seperti tahun lalu.

Angkutan udara juga perlu perhatian. Bandara dan maskapai penerbangan harus memperhatikan standar keselamatan penumpang. Terutama jalan-jalan yang berlubang, tolong segera ditambal, sehingga tak ada jatuh korban.***



 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga