• Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 10 Januari 2009 || 13 Muharam 1430 Hijriah
Riau SportPeserta Road to DBL Antusias

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Technical Meeting (TM) Riau Pos Honda Baskteball Competition Road to DBL 2009...

Teras UtamaOptimis DIPA Riau Jadi Rp10,5 Triliun

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Perjuangan Riau untuk mendapatkan alokasi APBN (Anggaran Pembangunan dan Belanja...

Riau Pos Online
26 Oktober, Firefly Terbang Perdana di Pekanbaru
Rabu, 24 September 2008
ImagePEKANBARU (RP) - Satu lagi, maskapai penerbangan milik Malaysia yang bernaung di grup perusahaan Malaysian Airline, Firefly, melirik pasar Indonesia, khususnya Pekanbaru, Medan dan Banda Aceh.

Potensi pasar di tiga kota ini memberanikan maskapai yang beroperasi di bawah bendera Fly Firefly Sdn Bhd tersebut untuk menerbangi rute Pekanbaru-Sabang-Pekanbaru, Medan-Sabang-Medan, Medan-Pulau Pinang-Medan dan Banda Aceh-Pulau Pinang-Banda Aceh mulai 26 Oktober mendatang dengan harga termahal untuk Pekanbaru-Sabang-Pekanbaru Rp800 ribu pulang pergi (pp).

Diresmikan pada 3 April 2007, Firefly, merupakan airline pertama yang bermarkas di bandar udara Penang. Firefly menyediakan rute-rute baru ke Kuantan, Kuala Trengganu, Kota Bharu dan Langkawi di Malaysia dan ke Phuket serta Koh Samui di Thailand. Penang sebagai hubungan terbesar di Malaysia setelah Kuala Lumpur, merupakan titik penting bagi banyak airline komersial dan karenanya memiliki nilai tersendiri bagi para pelancong.

‘’Dari basis kami ini, Firefly menawarkan rute-rute tercepat di Semenanjung Malaysia, termasuk juga beberapa tujuan wisata terkenal di Thailand, selaras dengan agenda IMT-GT,’’ ucap Head of Communications Fly Firefly Sdn Bhd Angelina C Fernandez, Selasa (23/9).

Firefly adalah airline pertama yang beroperasi dari Subang setelah bandar udara pindah ke KLIA (Kuala Lumpur International Airport) dan terbang ke Kota Bharu, Penang dan Langkawi. Sejak peresmiannya pada bulan April 2007, Firefly telah mengoperasikan 3 pesawat Fokker 50 turbo propeler yang menerbangi 9 destinasi selain Penang dan Sabang.

Disebutkan, pada 11 Agustus 2008, Firefly menerima pesawat pertama ATR72-500 dalam perayaan yang disaksikan oleh Menteri Transportasi Malaysia. MoU antara Firefly dan ATR ditandatangani pada tanggal 25 Juni 2007 di Roma seiring dengan kunjungan Perdana Menteri Abdullah Badawi ke Eropa. Perjanjian pembelian yang disepakati pada tanggal 24 Oktober 2007 adalah untuk 10 unit (pasti) ditambah 10 unit (tambahan) ATR72-500 senilai 366 juta dolar AS, berdasarkan daftar harga tahun 2007 yaitu 18,3 juta dolar AS per unit.

Pada akhir tahun ini, Firefly bukan hanya telah menerima tetapi telah pula mengoperasikan 5 buah ATR72-500 dan menerbangi total lebih dari 14 rute. Pada bulan Agustus tahun depan, Firefly akan beroperasi dengan 10 ATR72-500 dan melayani rute-rute domestik maupun regional.

‘’ATR72-500 adalah pesawat biaya murah untuk jarak pendek yang dibuat oleh ATR, perusahaan gabungan dari EADS dan FINMENCCANICA melalui Alenia Aeronautica. Mendapat keuntungan dari lebih dari 670 buah pesawat yang beroperasi di seluruh dunia, dengan rata-rata penggunaan lebih dari 99 persen,’’ ujarnya.(sar)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org