• Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 10 Januari 2009 || 13 Muharam 1430 Hijriah
Riau SportPeserta Road to DBL Antusias

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Technical Meeting (TM) Riau Pos Honda Baskteball Competition Road to DBL 2009...

Teras UtamaOptimis DIPA Riau Jadi Rp10,5 Triliun

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Perjuangan Riau untuk mendapatkan alokasi APBN (Anggaran Pembangunan dan Belanja...

Riau Pos Online
Taufik Hidayat Jadi Andalan
Rabu, 24 September 2008
Laporan JPNN, Jakarta
CINA Masters Super Series 2008 sepi peminat. Dengan level super series yang menawarkan hadiah total sebesar 200 ribu dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar) kalender kedelapan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) yang berlangsung mulai hari ini hingga 28 September itu para pemain nonunggulan tak perlu melewati babak kualifikasi. 

Malah, dalam iven yang dihelat di Changzhou Olympic Sports Center itu hanya diikuti oleh 10 pemain tunggal. Kondisi ironis juga terlihat di ganda putri yang hanya mempertemukan 10 pasangan. Indonesia tetap mewakilkan dua pasang, Liliyana Natsir/Vita Marissa dan pasangan baru Greysia Polii/Nitya Krishinda.

Juara bertahan di tunggal putri Xie Xingfang juga tak turut meramaikan perebutan gelar juara. Unggulan pertama dipegang Lu Lan.  Indonesia bahkan tak mewakilkan satupun pemainnya dalam agenda ini setelah terjun dalam dua turnamen berturutan sebelumnya Taiwan Gold Grand Prix dan Jepang Super Series 2008.

Kemudian dalam berita yang dirilis situs badzine Lin Dan mengemukakan absen dalam blog pribadinya.      Ketidaksertaan Lin Dan itu membuat Cina Super Series kali ini tak bakal menampilkan dua pemain papan atas, sebab pemain terbaik dunia Lee Chong Wei (Malaysia) juga turut mundur dari ajang tersebut.  

Cina benar-benar memanfaatkan iven itu untuk mengasah para pemain muda, Gong Weijie, Li Yu, Lu Yi, dan Chen Long. Negeri Panda mengandalkan Bao Chunlai yang tak menuai hasil meuaskan pada Olimpiade lalu setelah ditumbangkan pemain Korsel Lee Hyun Ill di perempat final. Kali ini, langkahnya pun tak mudah karena harus berhadapan dengan pemain terbaik Thailand Boonsak Ponsana di putaran pertama hari ini.  

Jika tuan rumah menguji coba kekuatan pemain muda, Indonesia malah menurunkan dua pemain terbaiknya, Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Taufik ditantang Muhammad Hafiz Hashim (Malaysia). ‘’Saya sudah siap bertemu Taufik. Penampilannya sudah menurun, tetapi Taufik adalah Taufik. Dia adalah pemain yang tidak bisa diprediksi saat berada dalam lapangan,’’ ujar Hafiz kepada badzine. Ada pun Sony harus menghadapi Eric Pang asal Belanda di langkah pertama.  

Di ganda campuran, Indonesia masih mengandalkan juara Jepang Super Series akhir pekan lalu, Muhammad Rijal/Vita Marissa. Pasangan anyar itu ditantang Hoon Thien How/Chin Eei Hui di putaran pertama.(vem/eca)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnaiBermodal Besi Tua, Hasilkan Produk Suku Cadang Pabrik

Jumat, 09 Januari 2009

Ir Siswo Pranoto Penerima Upakarti Laporan MASYURI KURNIAWAN, Pekanbaru   Ir Siswo Pranoto salah satu penerima penghargaan Upakarti binaan PT IKPP ini dapat dikatakan berhasil...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnaiPria Budi Ngotot Jalan A. Yani Satu Arah

Jumat, 09 Januari 2009

Jalan Ahmad Yani Kembali Macet Laporan Mashuri kurniawan, Kota Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishub) Pekanbaru seperti memang membiarkan sementara waktu jalur Jalan Ahmad...

Simak Juga