| Pemilihan Ketua Umum PBSI Harus Fair |
| Rabu, 24 September 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - Polemik di internal PB Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) soal pemilihan ketua umum baru pengganti Sutiyoso akhir tahun ini mendapat sorotan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adyaksa Dault.
Dalam acara buka puasa bersama di kantor Menegpora, Senin (22/9), Adhyaksa meminta agar jangan ada sikap yang bertentangan dengan demokrasi. Politisi dari PKS itu menilai ada yang tidak sehat dengan upaya memenangkan salah satu calon ketua umum sebelum Musyawarah Nasional (Munas) digelar. Seperti dalam beberapa pemberitaan sebelumnya, Sutiyoso, ketua umum PBSI, menolak Icuk Sugiarto menjadi calon ketua umum PBSI dan menominasikan Djoko Santoso sebagai calon tunggal. ‘’Saya pikir tidak baik kalau kemudian ada Munas sudah ada wcana yang berkembang memenangkan salah seorang calon ketua umum. Itu bukan cara yang demokratis,’’ katanya. Dia melanjutkan Icuk tetap memiliki hak untuk dipilih juga dalam momentum pergantian kepengurusan. Karena itu, semua pihak harus mendapatkan kesempatan untuk mencalonkan diri. ‘’Saya tidak dalam posisi mempromosikan Icuk. Saya hanya menilai dia juga punya hak untuk itu,’’ tuturnya. ‘’Saya hanya berharap pemilihan itu bisa berjalan fair. Jangan ada upaya yang tidak baik dalam mencari pengganti Sutiyoso. Soal Pak Doko sendiri setahu saya ketika bertemu juga belum ada laporan apakah memang maju atau tidak,’’ imbuhnya pria berkumis tersebut. Adhyaksa juga menilai sikap Sutiyoso yang seakan-akan menjegal Icuk sebagai langkah yang tidak bijak. Apalagi, lanjut Adhyaksa, Sutiyoso berniat maju menjadi calon presiden. ‘’Semestinya jangan seperti itu,’’ tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Adhyaksa menjelaskan bakal ada Kepres yang mengatur soal sport centre di di seluruh kabupaten, kota dan provinsi. Harapannya adalah agar terjadi pemerataan terhadap semua cabang olahraga. ‘’Jadi, itu agar tidak hanya sepak bola saja yang diperhatikan sehingga hanya stadion saja yang dibangun. Semestinya fasilitas cabang olahraga yang lain juga harus dipikirkan,’’ urainya. Dia juga sedang mengupayakan Ronny Pattinasarany agar mendapatkan gelar Satya Lencana Wira Karya. Ronny yang meninggal pada 20 September 2008 itu dinilai layak mendapatkannya. ‘’Gelar itu akan diberikan pada 28 Oktober 2008. Sedangkan untuk Ronny sedang diajukan ke Presiden,’’ bebernya.(pen/ado/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












