| 63.701 Pemilih Tak Mencoblos |
| Rabu, 24 September 2008 | |
|
Laporan Desriandi Candra, Teluk Kuantan
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
DARI 183.066 pemilih di Kabupaten Kuansing yang terdaftar sebagai pemilih dalam Pilgubri dan Wakil Gubernur Riau, sebanyak 63.701 pemilih atau sekitar 35,2 persen tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Sementara yang menggunakan hak pilihnya sekitar 119.365 pemilih atau sekitar 65,8 persen. Angka ini sangat jauh berbeda dengan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya saat Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kuansing, 2006 lalu. Dimana saat itu, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya mencapai 79,6 persen yang merupakan persentase tertinggi di Provinsi Riau. Kendati demikian, persentase 65,8 persen juga jauh melampaui persentase partisipasi masyarakat seluruh Riau dalam pelaksanaan Pilkada yang hanya 59 persen yang menggunakan hak pilihnya. Ketua KPUD Kuansing Firdaus Oemar SH yang dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (23/9) di Teluk Kuantan mengatakan, dari awal dirinya telah memprediksikan kalau partisipasi masyarakat Kuansing yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Gubernur Riau ini diperkirakan sekitar 65 persen dan 35 persen masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya. Ini dikarenakan, kalau pada saat pemilihan banyak masyarakat yang tidak berada di tempat seperti mudik Idul Fitri. Karena sebagian masyarakat merupakan masyarakat pendatang. Selain itu, antara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dengan masyarakat Kuansing tidak memiliki ikatan emosional kedaerahan secara langsung. Sehingga banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya. Berbeda dengan pada saat pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 2006 lalu, dimana antara calon dengan pemilih memiliki ikatan emosional, bagi kekerabatan maupun kedaerahan. ‘’Sedari awal saya telah prediksikan dalam Pilkada Gubernur Riau, hanya sekitar 65 persen masyarakat yang menggunakan hak pilihnya, selainnya tidak menggunakan hak pilihnya,’’ ujar Firdaus. Meski demikian, hingga saat ini KPUD Kuansing belum menerima data secara pasti tentang jumlah pemilih di Kuansing yang tidak menggunakan hak pilihnya. Karena, KPUD masih menunggu rekapitulasi hasil perhitungan suara dari pihak kecamatan yang kini masih sedang dilakukan. Data akurat, baru dapat dipastikan KPUD Kuansing pada saat rekapitulasi di tingkat kabupaten tanggal 25 September mendatang. Tetapi melihat gambaran yang ada di kecamatan saat ini, jumlah partisipasi masyarakat Kuansing menggunakan hak pilihnya berkisar diangka 65 persen. Firdaus membantah kalau hal ini disebabkan tidak sampainya kartu pemilih kepada pemilih. Karena semua logistik Pilkada termasuk kartu pemilih telah di distribusikan seluruhnya.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












