• Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 10 Januari 2009 || 13 Muharam 1430 Hijriah
Riau SportPeserta Road to DBL Antusias

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Technical Meeting (TM) Riau Pos Honda Baskteball Competition Road to DBL 2009...

Teras UtamaOptimis DIPA Riau Jadi Rp10,5 Triliun

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Perjuangan Riau untuk mendapatkan alokasi APBN (Anggaran Pembangunan dan Belanja...

Riau Pos Online
Banyak Warga Tidak Memilih
Selasa, 23 September 2008
Laporan ENGKY PRIMA PUTRA, Pasirpengaraian  Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
MAYORITAS pemilih di wilayah Kabupaten Rokan Hulu tidak mendapat kartu pemilih dan tidak masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Riau. Akibatnya, warga kecewa kepada pemerintah yang tidak memasukkan warga sebagai pemilih, karena mereka tidak bisa menggunakan hak demokrasinya dalam Pilkada, Senin (22/9).

Ketua KPUD Rohul Nasrul Hadi ST MT mengungkapkan, pihaknya tidak melakukan pendataan secara langsung ke lapangan. Dimana data pemilih yang dimasukan dalam DPT Pilgubri menggunakan data Dinas Tenaga Kerja dan Catatan Sipil Rohul yang diserahkan ke KPUD.

Setelah data itu diterima, KPUD telah memasang daftar nama pemilih yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja dan Capil Rohul di setiap Kantor Kepala selama tiga hari berturut-turut. Bagi masyarakat yang tidak terdaftar untuk dapat melapor ke kepala desa dan melaporkan ke KPUD. Makanya KPUD agak terlambat menetapkan DPT Rohul, karena saat itu masih ada data pemilih tambahan.

Informasi dirangkum Riau Pos, dari 262.070 orang jumlah warga Rohul yang masuk DPT, nyatanya pada hari pencoblosan, masih ada warga Rohul yang tidak terdaftar di TPS. Kalau-pun ada identitasnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sementara pada Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Rohul Maret 2006 lalu, mereka ikut memberikan hak suara untuk memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Rohul.

Merasa dirugikan haknya, sejumlah warga ada yang protes ke petugas TPS, karena namanya tidak masuk ke dalam DPT Pilgubri. Kejadian ini, tidak saja di Kecamatan Kepenuhan, kejadian serupa dialami warga di Kecamatan Rambah, Kecamatan Tambusai, Bangun Purba, dimana banyak warga yang tidak terdaftar. Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Kepenuhan Ismail SAg MSi kepada Riau Pos, Senin (22/9) mengungkapkan, sejumlah warga di Kecamatan  Kepenuhan banyak yang tidak ikut memilih pada Pilkada Riau 2008. Pasalnya, nama mereka tidak termasuk dalam DPT. Bahkan kartu pemilih yang diterima warga ada yang tidak sesuai dengan tempat dan tanggal lahirnya.

Seperti di TPS 3 Dusun Pasar, Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan, dari 202 jumlah pemilih, 70 orang tidak terdaftar. Sementara TPS tersebut berada di tengah ibukota kecamatan. Belum lagi TPS yang berada di daerah transsimigrasi I, II dan III, banyak yang tidak terdaftar. Menurutnya, ada sekitar 50 persen warga kepenuhan yang tidak terdaftar dalam DPT. Persentase tersebut didapat dari data lapangan dan informasi dari sejumlah kepala desa serta petugas TPS. Bahkan warga di Desa Kepenuhan Hilir, mereka banyak memilih golput pada Pilgubri. Pasalnya tidak terdaptar dalam DPT.

‘’Dari data yang kita terima, 50 persen warga Kepenuhan tidak ikut memilih pada Pilgubri, karena namanya tidak masuk dalam DPT. Mengapa warga banyak yang tidak terdaftar ke dalam DPT, sampai sekarang kita tidak tahu pasti dimana kekeliruannya,’’ ungkap mantan anggota DPRD Rohul periode 2004-2009 ini.  

Selain warga, katanya, Ketua RT 03/RW 01 Kelurahan Kepenuhan Tengah juga tidak terdaftar namanya sebagai pemilih tetap. ‘’Kita sangat menyayangkan aparat terkait, banyak warga di Kepenuhan yang salah data pemilih dan tidak terdaftar dalam DPT Pilgubri. Padahal pada Pilkada Rohul 2006 lalu mereka masuk dalam DPT. Kesalahan data pemilih terjadi dari kabupaten ke bawah,’’ ujarnya.

Mantan Aktivis ini mengharapkan kepada aparat yang berwenangan dalam pendataan pemilih, untuk dapat menegur pihak terkait, agar ke depan tidak terjadi lagi kesalahn dalam pendataan pemilih. ‘’Di ibukota kecamatan saja sebagai barometer, banyak data pemilih yang salah dan tidak termasuk ke dalam DPT, apalagi di daerah transmigrasi. Ini membuat warga Kepenuhan Hilir banyak yang protes ke TPS dan memilih golput,’’ ujarnya.

Hendra salah seorang anggota Komite Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 4 Kelurahan Kepenuhan yang dihubungi Riau Pos, Senin (22/9) membenarkan sejumlah warga di kecamatan kepenuhan protes ke TPS, karena namanya tidak terdaftar dalam DPT Pilgubri. Padahal sebelumnya Ketua RT sudah mengajukan nama warganya untuk terdaftar sebagai pemilih.***

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnaiBermodal Besi Tua, Hasilkan Produk Suku Cadang Pabrik

Jumat, 09 Januari 2009

Ir Siswo Pranoto Penerima Upakarti Laporan MASYURI KURNIAWAN, Pekanbaru   Ir Siswo Pranoto salah satu penerima penghargaan Upakarti binaan PT IKPP ini dapat dikatakan berhasil...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnaiPria Budi Ngotot Jalan A. Yani Satu Arah

Jumat, 09 Januari 2009

Jalan Ahmad Yani Kembali Macet Laporan Mashuri kurniawan, Kota Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishub) Pekanbaru seperti memang membiarkan sementara waktu jalur Jalan Ahmad...

Simak Juga