| Bupati Tinjau TPS-TPS |
| Selasa, 23 September 2008 | |
|
TELUK KUANTAN (RP) -Bupati Kuansing H Sukarmis usai melakukan pencoblosan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Senin (22/9) meninjau sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa kecamatan.
Turut bersama bupati Ketua KPUD Kuansing Firdaus Oemar SH, Asisten I H Ridarman SH MM, Asisten II H Marduyut SE, Kepala BIKKB Ir Maisir, Kabag Pemerintahan Drs Syoffaizal MSi selaku anggota Desk Pilkada Kabupaten, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Juita Alfis Sukarmis SPd, Hj Supriati Mahdili, Kabag Binamitra AKP Nazarudin, Kasat Lantas AKP M Harahap. Sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan melakukan peninjauan ke TPS 1, dan TPS 2 Kelurahan Pasar Teluk Kuantan, TPS 3 Kampung Baru Sentajo, TPS 2 Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Benai, TPS 2 Kelurahan Pasar Baru Baserah, TPS 9 Kelurahan Pasar Baru Pangean. Saat peninjauan ke TPS tersebut sebagian besar masyarakat yang telah memiliki hak pilih dan memiliki kartu pemilih telah mempergunakan hak pilihnya. Dari laporan petugas TPS, masyarakat yang telah memiliki hak pilihnya masih banyak yang tidak mempergunakan hak pilihnya. Ini kebanyakan di daerah perkotaan dan umumnya masyarakat yang berasal dari luar Kuansing, seperti Sumatera Barat, Jawa, Jambi dan lainnya. Menurut H Sukarmis, ini dikarenakan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terutama dalam pemungutan suara bertepatan dengan bulan Ramadan dan akan segera dilaksanakannya Idul Fitri. Karena itu, sebagian di antara mereka telah banyak yang pulang kampung Idul Fitri dengan sanak keluarga. ‘’Sebagian banyak yang pulang kampung untuk mudik lebaran dengan sanak keluarga di kampung halamannya, dan ini umumnya para pendatang yang telah lama tinggal di Kabupaten Kuansing,’’ ujar Sukarmis. Kondisi ini justru banyak terjadi di daerah perkotaan atau di kota-kota kecamatan. Sementara, untuk di daerah pedesaan, masyarakat justru cukup antusias mempergunakan hak pilihnya. ‘’Kalau di daerah perkotaan untuk laporan sementara yang mempergunakan hak pilihnya 50-60 persen dan di daerah pedesaan 60-75 persen. Tetapi ini sudah cukup bagus,’’ ujar Sukarmis H Sukarmis mengajak masyarakat untuk tidak terlalu berpatokan dari hasil survei lembag-lembaga independen. Misalnya Lembaga Survei Indonesia (LSI). Pasalnya, para petugas LSI yang ditempatkan tidak di seluruh TPS yang ada, tetapi hanya beberapa TPS untuk dijadikan sampel perolehan suara. Sehingga hasil perolehan suara tidak akurat. ‘’Kalau hanya menempatkan 20 orang di 20 TPS, ini tidak akan akurat datanya. Karena itu, yang paling akurat adalah data yang ada di masing-masing TPS,’’ ujar Sukarmis. Kondisi ini ditemukannya dalam peninjauan TPS. Faktor lain yang mempengaruhi adalah ikatan emosional masyarakat dengan pasangan calon. Namun sejauh ini pelaksanaan Pilkada di Kuansing berjalan dengan aman dan lancar. Hal ini juga dikatakan Ketua KPUD Kuansing, Firdaus Oemar SH. Menurut Firdaus, hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya gangguan terhadap pelaksanaan Pilgubri, artinya masih berjalan dengan aman dan lancar. Kondisi ini diharapkan terus terjaga hingga tuntas perhitungan suara dan selesainya Pilkada Riau. Menurut Firdaus juga menyebutkan, guna menyukseskan pelaksanaan pemilihan KPUD menyiapkan empat TPS Khusus. Empat TPS ini disiapkan bagi masyarakat yang tengah di rawat di rumah sakit, menjadi tahanan di Polsek-Polsek dan Polres serta tahanan di Rutan Rengat Cabang Teluk Kuantan. Firdaus menjelaskan, mereka yang berhak melakukan pemilih adalah mereka yang telah terdaftar sebagai pemilih tetap. Dari data yang diterima KPUD, pemilih yang tengah menjalankan masa hukuman di Rutan Rengat Cabang Teluk Kuantan sebanyak 102 orang, tetapi yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 22 orang. Sementara pemilih yang tengah berada di sel tahanan Polsek-Polsek dan Polres sebanyak 17 orang. (dac) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












