| Realisasi Janji |
| Selasa, 23 September 2008 | |
|
ALHAMDULILLAH, kita semua di Provinsi Riau telah melaksanakan hak kita sebagai warga negara, yaitu mencoblos dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) secara langsung, Senin (22/9) mulai Pukul 7.00 WIB hingga Pukul 13.00 WIB.
Seperti yang kita duga dari perasaan dan warna yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, bahwa hari-hari yang kita lalui bersama menjelang hari pencoblosan, bahwa Pilgubri berjalan lancar. Inilah kondisi pertama dan utama yang patut kita syukuri. Bahwa, sudah banyak contoh dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia menimbulkan masalah yang akhirnya menyeret masyarakat pada kondisi konflik. Sekali lagi, kita masih sangat percaya, bahwa negeri Melayu ini memang terus memancarkan tauladan, bahwa dalam warna politik sekalipun yang selalu mempertentangkan perbedaan antara pendukung. Lalu apa langkah selanjutnya? Jelas, dari beberapa metodologi yang dicobakan sejumlah kalangan, sejak Pukul 13.00 menjelang malam, sudah nampak gambaran hasil yang akan diperoleh —ini sudah dicobakan juga di beberapa daerah pada helat yang sama, dan tidak meleset— meskipun secara resmi baru ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Riau 5 Oktober nanti, atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Tentu, ketiga pasangan Calon Gubernur Riau (Cagubri) dan Calon Wakil Gubernur Riau (Cawagubri) masih mengingat janji mereka bahwa siap untuk kalah dan siap pula untuk menang. Menjelang penghitungan suara secara manual oleh KPUD Riau, hal ini sangat diperlukan. Bahwa, calon mungkin bisa merealisasikan janji untuk siap menerima kondisi, namun mungkin saja bagi pendukung dan tim sukses agak sulit. Diperlukan perhatian dari calon untuk memberikan angin segar yang mampu meredam pendukung, simpatisan dan tim sukses yang kemungkinan bisa mencederai janji untuk terus berdamai dalam keadaan kalah maupun menang. Bagi masyarakat pendukung calon masing-masing, sangat diharapkan partisipasi aktifnya untuk memberikan warna damai. Bagi mereka yang telah melaksanakan haknya, tentu masih memiliki harap agar harapan agar daerah ini tetap maju dan jaya. Dan bagi masyarakat yang tidak mengambil hak pilihnya, pada pemilihan legislatif dan presiden secara langsung bisa berpartisipasi. Evaluasi ini juga ditujukan kepada KPUD Riau, bahwa masih ada rakyat di daerah ini yang berhak memilih, tapi tidak termasuk dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT). Begitu juga dengan masalah undangan memilih dan kartu pemilih. Kita berharap kondisi ini menjadi perbaikan bagi dua belah pihak, yaitu sama-sama jemput bola untuk penyelesaiannya. Namun yang lebih utama adalah, bahwa calon yang kini merasakan tanda-tanda menang, tidak harus meluapkan kegembiraan berlebihan, namun sambil bersyukur, seharusnya mengingat-ingat kembali janji-janji yang sudah diucapkan lewat kampanye beberapa hari lalu. Sebaiknya tidak hanya itu, beberapa langkah konkrit untuk mewujudkan janji-janji itu sudah mulai dipikirkan. Sebab, umumnya janji-janji untuk kesejahteraan rakyat yang diucapkan umumnya hanya secara umum saja. Dan dipastikan, setelah masyarakat memilih, semua itu dibebankan kepada calon yang menang, sebab, dari awal masyarakat hanya bisa berharap. Kini kita kembalikan kepada calon, semoga kemenangan ini menjadi momen kembali memperkuat komitmen untuk merealisasikan janji. Kita tunggu.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












