| 30 Persen Masyarakat Tidak Terdaftar |
| Senin, 22 September 2008 | |
|
PASIRPENGARAIAN(RP) - Sekitar 30 persen masyarakat di Kecamatan Ujungbatu dan 10 persen masyarakat Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah belum memperoleh kartu pemilih karena tidak terdaftar hingga, Ahad (21/9). Padahal, pencoblosan secara serentak di seluruh kabupaten dan provinsi di Riau akan dilaksanakan, Senin (22/9).
Atong (37) salah seorang warga Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu kepada Riau Pos, Ahad (21/9) mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan petugas pembagian kartu suara. Padahal, beberapa tetangganya sudah mendapatkan kartu tersebut. ‘’Saya sudah dua kali ikut milih, namun kenapa saya dan keluarga tidak terdaftar pada pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau ini. Kenapa KPUD belum juga membagikan kartu meski waktu sudah mepet,’’ katanya kecewa. Hal yang sama juga disampaikan R Lubis (45) warga RT 12 RW 01 Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu mengaku dia dan isterinya belum mendapat kartu pemilih meski waktu memilih tinggal satu hari. ‘’Saya sudah puluhan tahun tinggal di Ujungbatu ini dan sudah beberapa kali ikut memilih. Tapi kenapa kali ini hak suara saya hilang,’’ katanya. Uniknya menurut R Lubis, beberapa hari yang lalu, salah satu petugas datang dan memberikan kartu kepadanya, namun sayangnya, kedua kartu suara tersebut atas nama anaknya. ‘’Saya tanya kepada petugas itu, mana kartu saya? tapi petugas itu menyebutan bahwa akan ada petugas lain yang datang. Saya heran, namun ketika saya tanyakan kepada tetangga, ternyata mereka juga banyak yang mengalami kasus yang sama dengan yang saya alami,’’ ujar R Lubis. Kasus yang sama juga dialami Daulay salah seorang warga RT 01 RW 02 Desa Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah. dikatakan, bukan hanya dia belum mendapatkan kartu pemilih, namun dia mengklaim ada sekitar 10-15 persen warga desanya belum mendapatkan kartu pemilih. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Rokan Hulu, Nasrul Hadi ST MT ketika dikonfirmasi mengatakan, pendataan itu bukan dilakukan oleh KPUD Rohul namun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Catatan Sipil (Disnaker Capil) Riau. Bahkan menurut Nasrul, pihaknya sudah mewanti-wanti pihak Disnaker Capil Riau agar pendataan dilakukan secara tepat karena sangat berimbas ke KPUD Rohul bila terjadi sesuatu seperti yang dialami masyarakat saat ini. Menurut Nasrul, hasil pendataan Disnaker Capil diserahkan ke KPUD Rohul sekitar Mei 2007. ‘’Pendataan dilakukan oleh Disnaker Capil, bukan oleh KPUD Rohul. Mereka mendata dengan membagikan blangko S101 ke masyarakat lalu dientrui ke komputer. Dari data entri tersebut, diserahkan ke KPUD Rohul pada bulan Mei 2008 dan data itulah yang kita pakai untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan jumlah 261.-775 pemilih pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur 2008 ini,’’ jelas Nasrul Hadi. Menurutnya, bila dibandingkan data KPUD Rohul pada Pemilu lalu dan Pemilihan Kepala Daerah Bupati Rohul pada tahun 2006 lalu, terjadi peningkatan jumlah pemilih di Pilgubri 2008 ini. Pada Pilkada Bupati Rohul terdata 240.000 jumlah pemilih, sementara saat ini menjadi 261.775. Namun dari hasil tersebut, masih banyak masyarakat yang belum terdata sebagai pemilih. Ketika ditanya mengenai kesiapan PPS untuk melaksanakan Pilgubri 2008 di 764 TPS se-Kabupaten Rohul, Nasrul Hadi mengaku hingga saat ini laporan dari PPK di 16 Kecamatan di Rohul, seluruh TPS di Rohul sudah berdiri, termasuk penyaluran logistik Pilgubri juga sudah sampai.(har) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




