• Advertisement
  • Advertisement
Sabtu, 10 Januari 2009 || 13 Muharam 1430 Hijriah
Riau SportPeserta Road to DBL Antusias

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Technical Meeting (TM) Riau Pos Honda Baskteball Competition Road to DBL 2009...

Teras UtamaOptimis DIPA Riau Jadi Rp10,5 Triliun

Jumat, 09 Januari 2009

article thumbnailPEKANBARU (RP) -Perjuangan Riau untuk mendapatkan alokasi APBN (Anggaran Pembangunan dan Belanja...

Riau Pos Online
Sulit, Realisasi Jembatan Pakning
Senin, 22 September 2008
Laporan Ruslan, Bantar     Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
WACANA membangun jembatan yang menghubungkan antara Pulau Bengkalis-Pakning daratan Sumatera, sulit untuk direalisasikan Pemkab Bengkalis. Hal ini diungkapkan Bupati Bengkalis Drs H Syamsurizal MM kepada Riau Pos, Sabtu (20/9) di sela-sela acara Safari Ramadan di Bantar Rangsang Barat.

Turut bersama rombongan Bupati Bengkalis Kadis PU dan Kimpraswil Ir H Khairussani MM, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Bagus Santoso SAg MP, Camat Bengkalis Jaafar Arif dan sejumlah kepala instansi di lingkungan Pemkab Bengkalis.

“Program merangkai pulau tetap kita realisasikan. Hanya saja, untuk membangun jembatan yang menghubungkan antara Pulau Bengkalis dan Pakning di daratan Sumatera, rasanya sulit untuk direalisasikan sekarang. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun jembatan tersebut terlalu mahal, kita perkirakan akan menelan dana Rp2 hingga Rp4 triliun. Dana sebesar itu akan lebih bagus kita  fokuskan untuk membenahi infrastruktur di di berbagai pelosok pedesaan, untuk kepentingan masyarakat,” ujar bupati.

Menurut bupati, memang ada wacana dari Pemkab Bengkalis untuk merangkai di wilayah Kabupaten Bengkalis dengan daratan Pulau Sumatera di Pakning. Secara teknis, dengan dukungan teknologi rencana tersebut bisa saja direalisasikan. Namun secara geografis membangun jembatan melintasi Selat yang panjangnya mencapai 1 Km, tidak hanya memerlukan teknologi tinggi, tapi juga akan menyedot anggaran dana yang sangat besar.

Kalau untuk membangun jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang melintasi Sungai Siak memerlukan dana Rp3, 447 triliun, dana yang diperlukan untuk membangun jembatan Bengkalis-Pakning akan naik menjadi 10 kali lipat. Apalagi dengan kondisi tekstur Pulau Bengkalis yang merupakan pulau endapan. Hal ini tentunya memerlukan kontruski dan deseign yang khusus pula.

”Dengan demikian, rasanya sangat tidak mungkin kalau dana sekian besar kita paksakan untuk membiyai pembangunan sebuah jembatan yang fenomenal, sementara di sisi lainnya infrastruktur di berbagai pelosok pedesaan masih sangat minim. Pertimbangan inilah yang menjadi dasar pemikiran sehingga kita tidak terlalu ambisius untuk merealisasiklan pembangunan jembatan Bengkalis-Pakning tersebut,” papar bupati.

Menyinggung soal kemungkinan dilakukan sharing dana dalam membangun jembatan tersebut, bupati menegaskan hal tersebut memang bisa saja dilakukan. Kalupun hal ini ditempuh, proses pembangunan jembatan Pakning-Bengkalis tetap tidak bisa direalisasikan dalam waktu yang singkat.

Untuk merealisasikan rencana besar ini memerlukan studi yang panjang yang menyangkut semua aspek. Hal ini dilkakukan agar proses pembangunan yang di gulirkan benar-benar berkolerasi dengan kebutuhan masyarakat banyak. Persoalan membangun jembatan Bengkalis-Pakning ini sebutnya,  tidak hanya soal mampu ataau tidak mampu, melainkan persoalan skala prioritas kepentingan mayarakat. Dalam persoalan membangun, sangat tidak realistis kalau harus diukur dengan mampu tidak mampunya suatu daerah atapun berani atau tidaknya Pemkab menjawab tantangan tersebut.

Bupati menegaskan, saat ini Pemkab sedang melakukan pengkajian untuk membangun sejumlah roro yang akan menghubungkan pulau-pulau di wilayah Kabupaten Bengkalis. Termasuk rencana penambahan armada roro Bengkalis- Pakning yang dinilai sudah uzur dan perlu diperbaharui. Sedangkan terkait soal pembangunan jembatan Selat Ringgit yang menghubungkan antara Pulau Merbau Kecamatan Belitung dengan Pulau Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

”Rencana  kiita lima tahun ke depan seluruh pulau ini sudah tersambung. Untuk itu, sebagai tindak lanjutnya, saat ini kita sedang melakukan pengkajian pembangunan roro di sejumlah titik lokasi di sejumlah pulau di wilayah Kabupaten Bengkalis. Termasuk rencana pembangunan Selat Ringgi yang mengubungkan Pulau Merbau, Kecamatan Belitung dengan Alai Kundur di Pulau Tebing Tinggi Barat. Sedangkan untuk roro Bengkalis-Pakning, kita rencanakan untuk menambah dua armada lagi. Dengan upaya ini, kita harapkan aktivitas penyeberangan roro Bengakalis-Pakning bisa berjalan dengan maksimal,” harap bupati.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnaiBermodal Besi Tua, Hasilkan Produk Suku Cadang Pabrik

Jumat, 09 Januari 2009

Ir Siswo Pranoto Penerima Upakarti Laporan MASYURI KURNIAWAN, Pekanbaru   Ir Siswo Pranoto salah satu penerima penghargaan Upakarti binaan PT IKPP ini dapat dikatakan berhasil...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnaiPria Budi Ngotot Jalan A. Yani Satu Arah

Jumat, 09 Januari 2009

Jalan Ahmad Yani Kembali Macet Laporan Mashuri kurniawan, Kota Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishub) Pekanbaru seperti memang membiarkan sementara waktu jalur Jalan Ahmad...

Simak Juga