| Berpulang pada Kita |
| Senin, 22 September 2008 | |
|
JIKA tidak ada aral melintang, hari ini, Senin (22/9) rakyat Riau akan memilih pemimpinnya untuk masa jabatan 2008-2013.
Semua mengharapkan agar pelaksanaan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) di Riau berlangsung aman, tertib dan jujur. Karena dengan cara ini akan kita harapkan memperoleh kejayaan Riau di kemudian hari. Setakat ini pelaksaan Pilgubri segalanya berjalan aman, tidak ada masalah, kalau pun ada hanya gesekan kecil. Masing-masing Calon Gubernur Riau (Cagubri) dan Calon Wakil Gubernur Riau (Cawagubri) dan tim suksesnya bekerja dalam koridor. Mereka berusaha untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Segalanya telah berjalan dengan baik. Demikian juga pelaksanaan pemilihan (pencoblosan) pada hari ini, yakni sebagai puncak perhelatan Pilgubri, hendaknya juga berjalan aman. Bagi warga yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) mereka berhak untuk mencoblos kendati tidak mendapat undangan (kartu pemilih), yakni dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tapi jika tidak terdaftar di DPT tentu tidak bisa memilih. Inilah masalahnya, karena tidak terdaftar di DPT, tentu warga tersebut tidak dapat memilih calonnya. Untuk itu, warga diharap memahami, bahwa dirinya tidak bisa memilih pada Pilgubri kali ini. Ini bukan kesalahan Cagubri, petugas TPS, atau orang lain, tapi kesalahan dalam pengumpulan data. Oleh karena itu, jangan melakukan aksi-aksi yang merugikan orang lain, jika Anda tidak termasuk sebagai pemilih pada Pilgubri kali ini. Cukup diam, anggap saja kesalahan petugas atau pemerintah yang tidak memasukkan nama Anda dalam DPT. Selama ini, masalah tidak bisa memilih inilah yang menyebabkan terjadi aksi protes warga dan jika tidak bisa dijelaskan dengan baik memunculkan rasa tidak puas yang meluas. Di sebuah TPS atau daerah sering terjadi keributan hanya akibat ada warga tidak dapat memilih karena tidak memilih kartu memilih atau tidak terdaftar di DPT. Kita harap semua memahami bahwa masalah ini adalah kesalahan teknis, tidak ada unsur kesengajaan dari pasangan Cagubri-Cawagubri atau tim sukses. Kita akan bangga jika orang lain menyatakan bahwa Pilgubri Riau aman. Pemerintah pusat dan provinsi lainnya di Indonesia juga akan menilai bahwa orang sangat arif dalam menjalani proses demokrasi. Jangan sampai kita dengar orang lain menyatakan bahwa Pilgubri Riau rusuh, sehingga aksi saling klaim dan saling serang berlangsung di Riau. Rakyat saat ini sudah cerdas.Mereka sudah merasakan sepuluh tahun reformasi, yakni sejak jatuhnya Orde Baru, namun kedamaian dan kesejahteraan masih dalam mimpi. Mereka ingin hidup damai, tenteram dan sejahtera. Tapi yang kita khawatirkan kalangan politisi yang belum cerdas. Mereka lebih mementingkan keinginan peribadi, kelompok, bahkan juga kepentingan partai yang bertentangan dengan kepentingan rakyat banyak. Semoga impian Pilgubri damai itu akan terwujud. Impian itu bukan hanya milik polisi, TNI, lurah, camat, bupati, investor, tapi impian masyarakat Riau. Namun semuanya terpulang pada diri kita masing-masing.Kita mau Pilgubri ini berlangsung damai atau tidak.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












