| Anwar Ajak Gulingkan Badawi |
| Jumat, 19 September 2008 | |
|
Laporan JPNN, Kuala Lumpur
IKON oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kembali melancarkan serangannya kepada Perdana Menteri (PM) Abdullah Ahmad Badawi. Kamis kemarin (18/9), dia mendesak Parlemen untuk menggulingkan Badawi dan membentuk pemerintah baru. Desakan itu disampaikan Anwar dalam konferensi pers. Untuk itu, Anwar menuturkan bahwa dirinya telah mengirim surat permohonan kepada Badawi yang isinya memintanya mengadakan sidang darurat. Dalam sidang itu, Anwar meminta agar Badawi mengundurkan diri. Dalam kesempatan itu, mantan Wakil PM era Mahathir Mohammad itu juga meyakinkan kalau dirinya telah mempunyai cukup dukungan. ‘’Harus disadari bahwa pemerintah kini menjadi kelompok minoritas dalam parlemen. Sebab mayoritas anggota parlemen sudah memihak kita,’’ ujar Anwar. Kendati demikian, dia menolak menyebutkan nama-nama siapa saja yang anggota parlemen yang sudah beralih mendukungnya. Anwar pun menolak menyebut jumlah pasti pendukungnya, dengan dalih hal itu bisa membuat para anggota parlemen itu ke jurang masalah. Tidak dimungkiri bila perseteruan antara Anwar dan para pemimpin United Malays National Organisation (UMNO) termasuk Badawi sudah berkembang dan menjadi lebih personal. Badawi pun tidak menanggapi serius desakan Anwar itu. Bahkan, dia juga menolak menemui Anwar dan menyangkal ada anggota parlemen yang menyeberang mendukung Anwar. Sebaliknya, bila Badawi terus bergeming, itu sama saja dengan menyabotase proses demokrasi Malaysia. Sosok Anwar sendiri mempunyai reputasi yang cukup kuat di mata investor asing. Itu terbukti saat krisis moneter memukul Asia, termasuk Malaysia pada 1997 lalu. Dan untuk menghadapi krisis ekonomi yang kini melanda Malaysia, Anwar merasa dirinyalah pilihan paling tepat negeri itu. Bukannya Badawi atau Wakil PM Najib Razak. ‘’Pakatan Rakyat pun bisa membentuk pemerintahan yang kuat dan bisa mengatasi masalah ekonomi yang terjadi,’’ tegas Anwar. Seperti diberitakan, oposisi hanya memerlukan dukungan 30 eksodan Barisan Nasional untuk menjadi mayoritas. Bila itu benar-benar sudah terpenuhi, maka langkah Anwar ke tampuk pimpinan sudah semakin dekat.(dia/azf) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




