| Jangan Tergoda Harga Daging Murah |
| Selasa, 16 September 2008 | |
|
Disnakkanla Awasi Peredaran Daging
Laporan RPG, Dumai Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya DINAS Peternakan Perikanan Kelautan (Disnakkanla) melakukan pemantauan terhadap pemasaran daging keperluan konsumsi masyarakat. Resmi atau tidak resmi, intensitas pengawasan ditingkatkan. Mengantisipasi pemalsuan terhadap kualitas daging, masyarakat konsumen diminta untuk teliti ketika membeli produk pangan asal hewan tersebut. Membeli daging, jangan tergoda hanya oleh karena tawaran harga yang murah. Untuk keperluan konsumsi harus sesuai kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Kepala Disnakkkanla, Ir H Surya Irianto MSi kepada RPG, mengajak konsumen menggunakan kriteria itu ketika konsumen hendak membeli bahan keperluan harian asal hewan. Terhadap pelaksanaan puasa maupun Idul Fitri, yang biasanya keperluan naik, intensitas pengawasan juga ditingkatkan. Melalui Kabid Peternakan, Drh Budiono dan Drh Ira Firgorita, diuraikan daging yang tidak memenuhi kriteria ASUH. Pertama daging ayam gelonggong. Menurut Ira, biasanya daging ini dijual dalam keadaan bentuk utuh. Permukaan tubuh lebih tegang, mengkilap, montok dan daging ini lebih cepat busuk. ‘’Pada daging ayam Tiren warna kulit karkas bercak-bercak darah (kepala leher punggung sayap dan dada,) juga bau agak anyir, konsistensi otot dada dan paha lembek. Sedangkan serabut otot kemerahan, pembuluh darah di daerah sayap dan leher penuh darah, hati merah kehitaman,’’ jelasnya. Daging ayam berformalin, sebut dia, berwarna putih mengkilap, konsistensi kenyal, permukaan kulit tegang. Baunya khas formalin dan tidak dihinggapi oleh lalat. Pada daging sapi gelonggong warna dagingnya merah pucat, konsistensi lembek, permukaan danging basah, dijual tanpa digantung. ‘’Sedangkan percampuran daging sapi dengan daging babi, warna merah pucat merah tua, serat halus, sedikit lemak, konsistensi liat lemak putih. Babi pucat - merah muda, halus konsistensi padat, lemak kelabu-putih. Inilah tanda-tanda daging tidak sehat dikonsumsi,’’ tukasnya. Ditambahkan, hasil pengawasan menunjukkan setakat ini tidak ditemukan produk pangan hewan yang mencurigakan. Kendati begitu, kriteria ASUH diharapkan kepada masyarakat konsumen dipedomani ketika hendak membeli daging di pasar, tempat penjualan daging. ‘’Baik resmi maupun tidak resmi, kita (Disnakkanla, red) selalu lakukan pengawasan pasar. Seiring puasa dan menghadapi Idul Fitri, setakat ini tidak ditemukan peredaran daging yang mencurigakan. Kita soalisasi kriteria daging yang berlabel ASUH,’’ tuturnya pula. Ditemui di ruang kerjanya, dikatakan, jaringan distribusi daging sejak dari pemotongan pada beberapa lokasi serta langganan pedagang cukup mempermudah pengawasan. Kalangan pedagangpun cukup terbentuk hubungan kerja sama yang baik.(rpg/hen) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




