| Pos Pemantau Banjir Disiagakan |
| Minggu, 14 September 2008 | |
|
Air Sungai di Pujud Naik
Laporan SYAHRI RAMLAN, Bagansiapi-api Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya BEBERAPA hari terakhir, sejumlah pos pemantuan banjir di wilayah Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil telah didirikan dan diintensifkan. Hal tersebut dilakukan menyusul mulai meluapnya air sungai yang ada di wilayah Kecamatan Pujud. Malahan, akibat luapan air sungai tersebut, beberapa rumah masyarakat maupun fasilitas umum sudah ikut terendam banjir. Camat Pujud, H Syamzani SH kepada Riau Pos, Ahad (14/9) di Bagansiapi-api memaparkan tentang kondisi air sungai di wilayah kerjanya yang terus meluap tersebut. ‘’Sebagaimana yang sudah kita maklumi bersama, tingkat curah hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Kecamatan Pujud, sangat tinggi. Selain itu, adanya beberapa daerah di tetangga Kecamatan Pujud yang sudah terendam. Dari dua akses itu, setidaknya telah memberikan dampak terhadap bertambahnya debit air di sungai yang gilirannya sampai meluap, karena tidak mendapat pembuangan,’’ kata Syamzani. Akibat luapan air yang ada di dalam sungai itu, tambah Syamzani, setidaknya telah memberikan dampak. Salah satu diantaranya terdapat beberapa rumah penduduk dan fasilitas umum termasuk tempat-tempat ibadah telah terendam banjir. Hanya saja, dari sebelumnya, kondisinya sudah mengalami penurunan. ‘’Daerah yang terendam di wilayah Kecamatan Pujud kali ini terjadi di daerah Tanjungmedan. Daerah Tanjungmedan itu sendiri merupakan daerah yang sulit dijangkau serta memiliki geografis yang sulit ditempuh,’’ kata Syamzani. Jumlah rumah maupun fasilitas umum dan rumah ibadah yang terendam di daerah Tanjungmedan, lanjut Syamzani, semula sampai sebanyak 400 unit. ‘’Luapan air sungai di sana itu terjadi Kamis (11/9) lalu. Waktu itu ada sekitar 400 unit bangunan yang terendam. Tapi, setelah selang tiga hari ini, ketinggian air mengalami penurunan secara dratis. Bangunan-bangunan yang selama tiga hari lalu terendam, sekarang sudah tidak lagi. Airnya sudah mulai menyusut,’’ kata Syamzani. Kendati air mulai menyusut, tambah Syamzani, namun pemantuan dan pengawasan secara langsung masih tetap diintensifkan. Salah satu diantaranya telah mengintensifkan sejumlah pos-pos yang ada di daerah Tanjungmedan. ‘’Masalah banjir ini, perlu dipantau terus. Karena, sejumlah daerah tetangga kita masih terendam banjir. Banjir susulan di daerah kita masih berpeluang untuk terjadi. Makanya, kita ingatkan warga yang ada di pinggiran sungai untuk tetap dapat mewaspadai prilaku alam terlebih soal banjir ini,’’ kata Syamzani. Selain pos, ternyata sejumlah tenaga medis yang berasal dari petugas kesehatan Puskesmas Pujud telah disiagakan untuk segera mengambil berbagai kebijakan. Salah satu diantaranya melakukan pengobatan secara langsung kepada masyarakat berkaitan dengan dampak yang ditimbulkan dari luapan air sungai tersebut. ‘’Penyakit yang muncul itu, diantaranya seperti diare, kulit, asma atau lainnya. Makanya, petugas kesehatan sudah kita siagakan di sana. Selain itu, kita dari pihak kecamatan terus melakukan pemantauan. Bila ada perubahan yang mengarah kepada ada banjir susulan, kita segera koordinasi dengan Pemkab Rohil,’’ kata Syamzani.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












