| Panwas Bingung, Dana Belum Cair |
| Minggu, 14 September 2008 | |
|
Laporan Rina Dianti Hasan dan Molly Wahyuni, Bangkinang
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
WALAUPUN Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) sudah di depan mata, ternyata belum semua komponen dapat bekerja maksimal. Salah satunya adalah Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Kabupaten Kampar, karena hingga saat ini mereka belum dapat bekerja maksimal disebabkan dana yang belum turun. ‘’Tentu saja kita menjadi cemas. Apalagi waktu yang semakin dekat, sementara di APBD-P saat ini masih dalam tahap pembahasan. Padahal dana ini sangat terkait dengan kelancaran tugas pengawasan yang akan dilakukan,’’ ujar Ketua Panwaslih Kabupaten Kampar Afrizal SE, usai acara berbuka bersama dengan anggota Panwas dan pers Kampar, Sabtu (13/9) malam di Bangkinang. Dijelaskannnya, dana berguna untuk pengawas lapangan atau Panwas desa yang mempunyai peran sangat penting dalam melakukan pengawasan pemilihan di desa-desa. Jumlahnya mereka mencapai 250 orang sesuai dengan jumlah desa yang ada di Kabupaten Kampar. Bukan hanya itu, Panwaslih juga memerlukan dana untuk honor ke lapangan dan untuk pelatihan atau pembekalan yang akan diberikan sebelum terjun ke lapangan. Hal inilah menurutnya yang terpenting karena di desa sering terjadi kecurangan dan merupakan sasaran pelanggaran Pilgubri. Pihaknya sudah berupaya menawarkan solusi dengan cara melakukan peminjaman dana kepihak ketiga, yaitu Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sarimadu. Pihak bank menurutnya saat ini menunggu surat atau kebijakan dari Bupati Kampar selaku pimpinan daerah. Untuk itu, Afrizal sangat berharap adanya kebijakan dan kearifan dari Bupati Kampar untuk bisa menindaklanjutinya. ‘’Kita ingin fungsi pengawasan berjalan optimal sampai ketingkat terbawah (desa) dan kita ingin Kampar jadi barometer kesuksesaan dalam pemyelenggaraan Pilgubri ini,’’ tegasnya.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












