| Guru MDA Desak Pemkab Bayar THR |
| Minggu, 14 September 2008 | |
|
Laporan sukri datasan, Duri
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Dua ribu empat ratusan guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) se-Kabupaten Bengkalis sangat berharap Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mereka seperti telah dianggarkan dalam APBD Bengkalis 2008 segera dicairkan sebelum Idul Fitri 1429 H nanti. Harapan para guru MDA tersebut disampaikan Ketua Badan Koordinasi Madrasah Diniyah Awaliyah (BKMDA) Kabupaten Bengkalis Afdhal Dinil Haq SPdI melalui Riau Pos di Duri, Sabtu (13/9) lalu. Menurut Afdhal, karena dana itu sudah dianggarkan dalam APBD, hendaknya Disdikpora Bengkalis bisa menyegerakan pencairannya. Sebagai tindak lanjut desakan para guru MDA yang bernaung dibawah BKMDA Kabupaten Bengkalis itu, Afdhal mengaku, sudah menelepon Kabag TU Disdikpora Bengkalis, Jumat (12/9) lalu. ‘’Kabag TU mengaku akan mengusahakan pencairan dana itu bisa segera dilaksanakan menjelang Idul Fitri,’’ kata Afdhal. Dana THR untuk guru MDA sudah beberapa tahun dianggarkan dalam APBD Bengkalis. Disatu sisi, kata Afdhal, hal itu patut disyukuri ribuan guru MDA yang ada di kabupaten ini. Namun di sisi lain, keterlambatan pembayarannya juga kurang menggembirakan. Tahun lalu, THR untuk guru MDA dibayar setelah Idul Fitri. ‘’Kalau dapat tahun ini sebelum Idul Fitrilah. Jangan sudah nak dekat Raya Imlek pula baru dibagikan,’’ ucap Ustadz yang cukup lama merantau ke Malaysia ini. Kirim Santri ke Gontor Dalam pada itu, Presdir PT CPI, Suwito Anggoro atas nama pribadi selaku anggota Bazismal CPI dan jamaah Masjid Agung Ushuluddin Duri, menantang ratusan guru MDA Kecamatan Mandau dan Pinggir untuk bisa mencarikan beberapa calon santri berbakat untuk dikirim menimba ilmu di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jatim. Tantangan tersebut dikemukakan Suwito Anggoro saat memberi sambutan di hadapan hampir seribu guru MDA di Masjid Agung Ushuluddin Duri, Sabtu (13/9) lalu. Hari itu, sebanyak 680 guru dari 131 MDA dari Kecamatan Mandau dan Pinggir mendapat bingkisan lebaran berupa uang tunai dan kain sarung dari jamaah Masjid Agung Ushuluddin. Sebagai orang yang lama bertugas di Duri, Suwito terobsesi sekali melihat ada anak Mandau dan Pinggir yang tumbuh menjadi intelektual Islam produk Gontor seperti Nurcholis Majid, Din Syamsuddin atau Ehma Ainun Najib. Ia pun ingin pula ada anak daerah ini yang menjadi mubalig kaliber nasional seperti Ustadz Jefry Albukhori, Yusuf Mansur dan lain-lain. Tantangan Presdir PT CPI atas nama pribadi itu mendapat sambutan dari Ketua Badan Koordinasi Madrasah Diniyah Awaliyah (BKMDA) Kabupaten Bengkalis Afdhal Dinil Haq SPdI. ”Hanya saja, dalam penseleksiannya nanti, peran aktif Masjid Agung Ushuluddin masih sangat diharapkan,” kata Afdhal. Untuk program pengiriman santri ke Gontor itu, Suwito Anggoro minta para jamaahlah yang mendanainya secara bersama-sama. ‘’Saya tak minta Chevron yang mensponsori, tapi para jamaah sendiri. Namun kalau CPI mau ngasih, alhamdulillah,’’ kata Suwito lagi. Hari itu, Suwito pun didaulat menyerahkan paket Idul Fitri pada beberapa guru MDA dari Kecamatan Mandau dan Pinggir. Sementara itu, dana untuk bingkisan lebaran buat guru MDA itu, seperti dikatakan Ketua Panitia H Zulhak, berasal dan dihimpun dari jamaah setiap malam Ramadan di Masjid Ushuluddin. Begitupun dana untuk 620 anak yatim-piatu yang dibagikan petang kemarin.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












