| PT Meracle Berencana Buka Penambangan Emas |
| Kamis, 11 September 2008 | |
|
TELUK KUANTAN (RP) - Potensi kandungan emas di beberapa kecamatan, kini mulai dilirik perusahaan, yakni PT Meracle. Namun, Pemkab Kuansing melalui Badan Promosi Investasi dan Pengendalian Dampak Lingkungan (BPIPDL) perlu melakukan pengkajian secara mendalam tentang Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) PT Meracle yang berencana membuka lahan penambangan emas di empat kecamatan.
Pasalnya, pertambangan emas termasuk pertambangan kategori galian A yang memerlukan analisa dampak lingkungan yang tepat. Apalagi, aktivitas penambangan emas tersebut berada di sekitar aliran sungai yang dimanfaatkan masyarakat serta berada di lokasi areal produksi perkebunan rakyat. Sebab, bila pengkajian tidak tepat akan menimbulkan dampak sosial yang lebih besar dan mematikan potensi perkebunan rakyat yang kini hampir 75 persen menjadi mata pencaharian masyarakat Kuansing. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perkebunan Kuansing Hardi Yacub Sp menjawab Riau Pos, Selasa (9/9) di Teluk Kuantan terkait dengan rencana pengelolaan pertambangan emas yang dilakukan PT Meracle yang telah diekspose, Senin (8/9) lalu di ruang multimedia kantor bupati. Selain itu, dalam ekspose tersebut, kontribusi bagi daerah tidak jelas, bahkan pihak perusahaan terang-terangan menjawab tidak ada CD (Community Development) yang akan diberikan pada masyarakat tempatan. ‘’Mereka sendiri mengatakannya dalam ekspose lalu, karena tidak ada aturan yang mengatur tentang kontribusi yang harus diberikan pada daerah atau CD kepada masyarakat tempatan nantinya,’’ ujar Hardi Yacub. Dalam ekspose-nya tersebut, PT Meracle rencananya akan membuka pertambangan emas di dua zona di atas lahan lebih dari 10.000 hektare. Zona I meliputi Desa Sumpu, Tanjung Medang, Inuman serta beberapa desa sekitar lainya di Kecamatan Hulu Kuantan dan Kecamatan Singingi. Sementara Zona II terdiri dari Kecamatan Benai dan Kuantan Tengah di sekitar Sentajo dan daerah eks trans. Di zona I, lanjut Hardi Yacub, khsusnya di Desa Sumpu, Tanjung Medang, Inuman dan sekitarnya dalam wilayah Kecamatan Hulu Kuantan merupakan kantong-kantong kemiskinan yang terdapat di Kuansing. Pemkab Kuansing dalam beberapa tahun ini, untuk mengurangi kantong-kantong kemiskinan di daerah tersebut melalui program perkebunan yang telah di jalankan selama dua tahun ini, seperti program karet rakyat dan sawit yang bibitnya dibantu Pemkab Kuansing. Selain itu, di lokasi ini tidak ada lahan yang tidak bermilik, sehingga Amdal yang diajukan PT Meracle perlu dikaji. Begitu juga dengan lokasi Sentajo, di zona II merupakan areal perkebunan sawit dan kebun-kebun produktif masyarakat. Terkait dengan itu, Kepala BPIDL Kuansing Drs H Ermedi M MM yang dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan kalau PT Meracle telah menyampaikan ekspose-nya pada Pemkab untuk membuka lahan pertambangan emas di dua zona tersebut atau di empat kecamatan tersebut. Namun dari sekitar 10.000 hektare tersebut kemungkinan hanya sekitar 600-an hektare yang berpotensi memiliki kandungan emas yang akan diolah perusahaan terse-but.(dac) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












