| Jalur Sungai Siak Rawan Penyeludupan |
| Rabu, 10 September 2008 | |
|
Bupati: Cabut Izin SPBU Nakal
Laporan Abu Kasim, Siak Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya PASCA tertangkapnya dua unit tanker bermuatan 9.000 liter solar tepatnya di wilayah Kecamatan Bungaraya oleh Polda Riau, semakin membuat catatan kelam terhadap maraknya aksi penyeludupan di jalur Sungai Siak. Aksi ini tidak saja merugikan masyarakat, tapi juga membuat resah, karena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan antrean panjang disejumlah SPBU, disebabkan oleh ulah oknum penjualan BBM bersubsidi secara ilegal. Jika ini tetap dibiarkan, maka akan berakibat fatal bagi perekonomian masyarakat di Kabupaten Siak. Bahkan pasca menangkapan itu sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Siak yang terindikasi terlibat penyelewengan sempat di police line oleh petugas Brimob Polda Riau, sampai proses penyidikan tuntas. ‘’Kita minta agar SPBU nakal ini di black list dan izinnya dicabut. Karena jika terus dibiarkan masyarakat yang dirugikan,’’ tegas Bupati Siak H Arwin AS SH kepada Riau Pos, Rabu (10/9) di Siak. Menurut Arwin, kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean di sejumlah SPBU ini harus disikapi dengan baik, yang terpenting masyarakat tidak dirugikan. Tapi, jika ada SPBU yang nakal harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian, sehingga para pelaku penyeludupan ini dapat diberantas, apalagi saat ini masyarakat sangat memerlukan BBM. ‘’Meski kita tidak mengeluarkan izin operasionalnya, tapi kita di daerah mengeluarkan izin lokasi, jadi jika tidak benar penjualan BBM kepada masyarakat, izinya harus segera dipertimbangkan,’’ ujarnya. Selain itu, Bupati Siak juga meminta kepada aparat keamanan agar memperketat pengawasan jalur lalu lintas di perairan Sungai Siak. Karena jalur Sungai Siak ini masih rawan terhadap aksi penyeludupan, barang-barang ilegal dari luar negeri maupun dalam negeri seperti BBM. Makanya pengawasan yang ketat sangat perlu dilakukan, sehingga para pelaku penyeludupan dapat ditangkap dan masyarakat tidak diresahkan dengan ulah permainan penyaluran BBM oleh oknum tertentu.(rnl) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












