| Kisruh, Tender di Kimpraswil |
| Rabu, 10 September 2008 | |
|
BENGKALIS (RP) - Kisruh proses tender di Dinas Kimpraswil Kabupaten Bengkalis kembali terjadi. Pengumuman pemenang tender sekitar 51 paket proyek bina marga grade 5 secara mendadak dibatalkan oleh H Firdaus Latif, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Padahal penetapan pemenang tersebut sudah disetujui Kadis Kimpraswil H Khairussani.
Akibat tindakan tersebut, suasana di Kantor Dinas Kimpraswil di Jalan Ahmad Yani, Selasa malam (9/9) memanas. Terjadi perdebatan antara dua kubu yang pro dan kontra dengan keluarnya surat pembatalan dari KPA. Meski masing-masing pihak bisa menahan diri, tapi tidak urung, surat pengumuman penetapan pemenang yang tertempel di papan pengumuman dirobek oleh seseorang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengumuman penetapan pemenang tender itu sendiri sudah ditempelkan, Senin. Namun, pada keesokan harinya, rekanan yang biasa mondar-mandir di Kimpraswil dikejutkan dengan tertempelnya pengumuman pemenang tender yang ditandatangani Firdaus Latif. Sejauh ini belum diperoleh informasi alasan dari pembatalan tersebut. Firdaus yang menjabat sebagai Kabid Bina Marga tidak berhasil dihubungi juga tidak berhasil menemui di kantor karena yang bersangkutan tidak ada. Sementara itu, Kadis Kimpraswil H Khairussani saat dihubungi via ponsel mengatakan tidak ada alasan bagi Firdaus Latif untuk membatalkan pemenang tender. Selaku pengguna anggaran, dirinya lah yang berhak untuk membatalkan atau menyetujui pemenang tender. “Jadi pembatalan yang dilakukan oleh dia (Firdaus) itu tidak sah. PA (Pengguna Anggaran) nya kan saya, “ujar Khairussani yang saat dihubungi baru saja tiba dari Pekanbaru. Khairussani pun heran dengan tindakan yang dilakukan oleh Firdaus, dan berharap persoalan itu tidak membingungkan para rekanan. Untuk itu, guna menciptakan suasana yang kondusif dirinya akan menempelkan pengumuman bahwa penetapan pemenang tender beberapa hari lalu sudah sah. Secara terpisah, Ketua Gapensi Kabupaten Bengkalis, A Rahman Jantan saat dihubungi mengaku prihatin dengan konflik internal yang terjadi di tubuh Dinas Kimpraswil. Dirinya khawatir, suasana kerja yang tidak kondusif di dinas tersebut akan berimplikasi buruk bagi pelaksanaan proses tender. “Ujung-ujungnya yang terkena imbasnya para kontraktor juga. Untuk itu kita mengharapkan agar persoalan ini jangan sampai berlarut-larut, “ujar Rahman seraya meminta kepada seluruh pihak agar bisa menahan diri.(evi) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|












