|
Kamis, 28 Agustus 2008 |
|
* Soal Ganti Rugi Lahan Dua Jalur Laporan RPG,
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
PULUHAN warga pemilik lahan di bibir badan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur secara serentak mendatangi rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) masing-masing, dalam mempertanyakan hasil dari sosialisasi ganti rugi, atas tanah dan bangunan yang terkena proyek pelebaran badan Jalan Lintas Dumai-Duri tahap kedua. |
|
|
Kamis, 28 Agustus 2008 |
|
DUMAI (RP) -Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1429 H pada awal September mendatang, gabungan organisasi kepemudaan Bukit Kapur yang terdiri dari Karang Taruna Bukit Kapur, Remaja Masjid Agung Al-Manan dan Pengurus Pemuda Pancasila, Kamis (28/8) membuat pernyataan sikap bersama untuk mendesak warung remang-remang yang menjamur di wilayah lintas Dumai-Duri agar tidak beraktifitas selama puasa. |
|
|
Jumat, 22 Agustus 2008 |
|
* Donny: Daerah Lain Tak Miliki Mesin Penambahan Pasokan Laporan RPG, Dumai --
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KRISIS debit air yang terjadi di PLTA Koto Panjang berdampak pada pemadaman listrik dirasakan ribuan pelanggan sejak tiga bulan terakhir dan berlanjut hingga Ramadan mendatang. Akan tetapi, bagi pelanggan Dumai khususnya dapat berlega hati, pasalnya pemadaman yang dirasakan dapat diminimalisir yakni hanya empat jam sehari. |
|
|
Jumat, 22 Agustus 2008 |
|
* Warga Pertanyakan Kompensasi Ganti Rugi DUMAI (RP) —Imbas dari pembangunan dua jalur Jalan Lintas Dumai-Duri sebelah kanan dari arah Dumai ke Duri yang saat ini terkendala dengan keberadaan tiang-tiang listrik aset perusahaan PT CPI, membuat warga yang berada di sekitar bibir jalan panik, karena beredar isu akan dibebaskan kembali lahan sebelah kiri arah kota ke Bukit Kapur dalam waktu dekat ini dengan ukuran lebih kurang 40 meter. |
|
|
Minggu, 17 Agustus 2008 |
|
Wartawan tiga zaman, H Rosihan Anwar dalam laporan berjudul KA Maut Birma-Pekanbaru menulis, ketika masa penjajahan Jepang, berbagai suku bangsa di Asia, termasuk orang Jawa menjadi pekerja paksa atau romusha. Seperti untuk pembangunan rel kereta api sepanjang 415 km yang menghubungkan Birma - Thailand, Jepang mempekerjakan sekitar 160.000 orang romusha dari Pulau Jawa. Dari jumlah ini, sekitar 80-90 persen di antaranya meninggal karena diperlakukan secara tidak manusiawi. |
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 31 - 40 dari 195 |