|
Rabu, 20 Agustus 2008 |
|
Oleh Haris Jumadi Tahun 2008-2009 ini merupakan tahun yang penuh dengan dinamika politik. Bagaimana tidak, tahun yang akan dilalui ini merupakan tahun yang penuh pemilihan pemimpin, baik tingkat lokal dan nasional. Wacana suksesi ataupun pergantian pemimpin mulai sering terdengar, baik di tingkat politisi, pengamat sampai menjadi pembicaraan hangat di warung kopi. |
|
|
Minggu, 17 Agustus 2008 |
|
Oleh Afrizal Di rumah kita telah tegak tiang bendera dan umbul-umbul merah putih, di lingkungan RT dan RW kita telah muncul beragam kegiatan perlombaan. Mulai dari lomba yang biasa saja sampai pada lomba yang tidak biasa atau tidak lazim dibuat orang, seperti main bola pakai kain sarung dan sebagainya. Di jalan-jalan para pedagang menghiasi pinggir jalan untuk berjualan bendera dan umbul-umbul guna untuk menampung semangat kemerdekaan yang menggebu-gebu dari masyarakat hingga tidak susah-susah mencari bendera. Setiap persimpangan lampu merah juga ada yang menjual atribut-atribut semangat kemerdekaan, walaupun kadang-kadang sangat mengganggu arus lalu lintas. |
|
|
Minggu, 17 Agustus 2008 |
|
Oleh Widia Edorita Semarak kemerdekaan menggema di seluruh penjuru tanah air. Semua anak bangsa saling berlomba untuk merayakannya. Mulai dari upacara bendera 17 Agustus, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, tabur bunga di makam pahlawan yang selanjutnya sampai ke acara hiburan; karnaval, lomba baca puisi, panjat pinang dan seterusnya. Namun di balik semua itu seringkali terlupakan ruh dan makna kemerdekaan. Semangat juang yang terkandung di dalamnya nyaris dikesampingkan. |
|
|
Kamis, 14 Agustus 2008 |
|
Oleh : Bagus Santoso Genderang persaingan pentas politik menghadapi pemilu 2004 mulai ditabuh. 34 parpol berhak pamer dan jual diri di panggung atas nama demokrasi.Tidak ada larangan dan sanksi hukum jika seluruh parpol menggunakan slogan terbaik, terdepan, terbesar bahkan terhebat sekalipun. Sebuah kompetisi memperebutkan pangsa pasar suara dengan segala cara demi merebut hati yang sejatinya rakyat sudah tipis untuk bersimpati. |
|
|
Rabu, 13 Agustus 2008 |
|
Momen pemilihan kepala daerah merupakan wadah yang paling banyak digunakan untuk tebar pesona. Para kandidat yang bersaing dalam momentum ini adalah mereka yang berusaha menjadi produk yang disukai oleh para konsumennya. Maka segala cara pun dilakukan agar produk ini dapat ‘’laku’’ dijual dan dipercaya menjadi pemimpin, entah dengan cara yang biasa, terlebih lagi dengan hal-hal yang di luar pemikiran awam. |
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 51 - 60 dari 230 |