|
Sabtu, 05 Juli 2008 |
|
Tatkala harga minyak mentah di pasaran dunia mencapai 140-an dolar AS perbarel, dan secara perlahan tak mustahil menuju 200 dolar AS sampai 250 dolar AS, saya teringat kepada Fritjof Capra dalam bukunya Turning Point. Direktur Center for Ecoliteracy di Berkeley, California ini menulis bahwa semua masalah utama zaman ini adalah krisis persepsi. Inilah soal fundamental yang berada di belakang krisis lingkungan, krisis energi, krisis perkotaan dan sebagainya. Capra berkesimpulan demikian, setelah ia juga berdialog dengan aktivis ekonom dunia terkenal, Hazel Handerson maupun Schumacher. |
|
|
Sabtu, 05 Juli 2008 |
|
I definitely would not want my kids to be entertainers. It’s really hard. Its hard enough doing any kind of job and being a teenager.But being a teenager in the spotlight, it just heigthens it. People pick you apart. (Beyonce Knowless, mantan anggota Destiny’s Child) |
|
|
Kamis, 03 Juli 2008 |
|
Teka-teki siapa yang akan menjadi Cagub dan Cawagub di perhelatan demokrasi di provinsi ini sudah terjawab. Tiga pasang calon dipastikan maju untuk bertempur menujur R-1 dan R-2. Golkar, PBR, PPP dan PKB mengusung Rusli Zainal-Mambang Mit yang disingkat dengan RZ-MM, PDIP dan PBB beserta partai kecil lainnya mengusung Chaidir-Suryadi yang disingkat dengan CS, sedangkan Thamsir-Taufan (Tampan) maju melalui pendukung utamanya yakni Partai Demokrat dan PAN.
|
|
|
Kamis, 03 Juli 2008 |
|
Dalam bahasa Indonesia tempat untuk menuntut ilmu (pendidikan formal) disebut sekolah, dalam bahasa Inggris disebut school. Pengertian sekolah antara bahasa Inggris dan Indonesia tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sekolah diartikan sebagai sebuah lembaga untuk mengkaji ragam ilmu pengetahuan. Sedangkan dalam bahasa Yunani dikenal dengan schola, skhole, scola, scolae yang semuanya memiliki arti waktu luang. Orang Yunani tempo dulu mengisi waktu luang mereka dengan mendatangi orang yang mereka anggap bijak dan pintar untuk menanyakan berbagai hal yang mereka rasakan penting untuk diketahui (leisure devoted to learning). |
|
|
Jumat, 27 Juni 2008 |
|
Arus globalisasi yang tidak terhindarkan mengakibatkan dunia terbentuk menjadi sebuah desa global (global village) yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Hampir tidak ada batas jarak, ruang, dan waktu. Era globalisasi sebagaimana tampak sekarang ditandai oleh proses reformasi informasi dan cara kerja manusia. Seperti beralihnya pekerjaan kantor dan pabrik yang terpusat (sentralisasi) kepada pekerjaan di rumah-rumah di depan komputer, internet dan sebagainya (desentralisasi). Keadaan ini menimbulkan efek negatif dimana manusia berada dalam kondisi terisolasi dan terasing dari norma-norma yang ada dalam masyarakat, baik agama maupun sosial. Gejala-gejala ini umumnya terjadi di perkotaan, dan sudah mulai pula merambah wilayah pedesaan. |
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 10 dari 210 |