Jadi Kawasan Ekonomi Khusus
Tanjung Api-api Serap 100.000 Naker
13 Mai 2010
76 klik
PALEMBANG (RP) - Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) nampaknya sangat ingin mewujudkan pembangunan Tanjung Api-api (TAA).
Diharapkan tahun ini pembangunan segera dimulai, walaupun wacana ini pernah direncanakan selama era 3 Gubernur sebelumnya dan tidak berhasil.
Pemprov sendiri memastikan sedikitnya 100 ribu tenaga kerja pasti akan terserap sehingga dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Sumsel. ‘’Untuk tahap awal pembangunan dimulai dari pembangunan pembangkit listrik. Pasalnya, pembangkit tersebut akan digunakan untuk kawasan industri. Jika listrik sudah masuk maka kawasan TAA sudah dapat bergerak, begitu juga dengan sektor lainnya. Jadi tidak ada kendala lagi saat ini,’’ ujar Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Sumsel Permana, di Palembang Rabu (12/5).
Menurutnya, dana Rp70 triliun yang berasal dari para investor yang tergabung dalam konsorsium tersebut akan digunakan untuk berbagai sektor sehingga dipecah seperti untuk perizinan, pembebasan lahan, pembangunan infrastruktur dan lainnya.
‘’Sekarang ini pembangunan TAA tidak lagi tergantung lagi batubara dari PT BA sehingga membuat pembangunan pembangkit terhambat. Dengan begitu, pembangunan TAA ini dapat secepat mungkin berjalan setelah adanya penandatanganan MoA dan HoA oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI,’’ ujar dia.
Untuk kelanjutan pembangunan TAA, Pemprov Sumsel tidak pernah mempersulit pihak investor untuk menanamkan modalnya. Sebab, TAA tersebut merupakan kawasan ekonomi khusus ke-27 yang ada di Indonesia.
Kemudian TAA juga merupakan pelabuhan terbesar setelah Kepulauan Riau. Jadi, perizinan, keluar masuk barang, pajak dan lainnya dipermudah dan tidak dibebankan kecuali untuk barang di luar ketentuan.
Walaupun sudah ada konsorsium yang menanamkan modalnya di TAA, pihaknya masih dimungkinkan calon investor lain yang ingin bergabung.
‘’Konsorsium yang sudah ada terus berjalan, tetapi kami masih membuka peluang bagi calon investor lain. Kita tahu masih banyak yang tertarik, hanya saja masih butuh waktu untuk bicara lebih detil,’’ ujar dia. Tetapi, kendala yang ada saat ini yakni belum adanya master plan pembangunan TAA. Untuk itu, agar tidak ada kendala ke depan hal tersebut harus dipercepat. Sebab, dengan begitu tidak ada kata hambatan lagi untuk pembangunan TAA.(eri/azf)
|