Riaupos.com

HeadlineInternasional

 
Dikubur Teman Sendiri di Hutan
Hilang, Ditemukan Jadi Mayat
4 Mai 2010
89 klik
Laporan Bunyamin, Pangkalankerinci
bunyamin@riaupos.com

Hampir empat pekan meninggalkan rumah, seorang pemuda Desa Segamai Kecamatan Teluk Meranti bernama Aldi (22) ditemukan dalam keadaan menjadi mayat dan sudah membusuk di bawah gambut Hutan Segamai. Ia diduga dibunuh rekannya sendiri berinisial MK (17), warga Air Tiris Kampar, dan SU (43), warga Desa Gambut Mutiara Kuala Kampar.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Sabtu, 3 April 2010. Jasadnya dikubur satu meter di bawah gambut di sebuah hutan di Segamai. Pada Jumat (30/4), aparat kepolisian dan warga berhasil mengangkat tubuh Aldi yang telah hancur itu, menyusul tertangkapnya dua tersangka utama.

Terungkapnya kasus ini berkat kerja keras pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan. Bemula dari pengaduan lisan pihak keluarga kepada polisi tentang kehilangan Aldi 20 April 2010 lalu. Pihak keluarga sebelumnya telah berusaha mencari keberadaan Aldi kesana kemari, namun gagal. Polisi lalu memintai keterangan sejumlah saksi dan berhasil mengantongi nama-nama orang yang pergi masuk hutan pada awal April.

‘’Ada beberapa orang yang dilihat saksi pergi masuk hutan pada saat korban meninggalkan rumah. Kita selidiki ternyata orang-orang itu sudah kabur, berarti diduga dia tahu, terus kita cari,’’ jelas Kapolres Pelalawan AKBP Arie Rahman Nafarin SH SIK kepada Riau Pos, Senin (3/5).

Dengan keterangan saksi dan fakta bahwa kedua nama tersebut menghilang, tidak sulit bagi polisi membuat kesimpulan sementara, Aldi menjadi korban pembunuhan keduanya. Apalagi ada saksi lainnya yang melihat MU dan SU keluar dari hutan tanpa Aldi. Padahal pada saat masuk hutan, mereka bersama-sama dengan Aldi. Empat hari setelah menerima laporan, tepatnya Jumat (25/5), polisi berhasil mencokok MU di disebuah tempat persembunyian di Desa Segamai. Sehari berikutnya giliran SU ditangkap di tempat berbeda. ‘’Dua orang ini mengaku melakukan tindak pidana pembunuhan,’’ jelas Kapolres.

Dari kedua tersangka polisi mendapatkan keterangan lengkap tentang kronologis pembunuhan. Sebelum masuk hutan, tersangka memang telah berniat menghabisi nyawa korban. Korban sendiri tidak mengetahui rencana jahat tersangka, sehingga menurut saja ketika diajak ke luar rumah untuk sesuatu keperluan. Dalam perjalanan ke tempat tujuan mereka kebetulan harus melewati hutan. Tiba-tiba, MU memukul kepala korban dengan potongan kayu dan diikuti oleh SU. Sorban kemudian dibantai hingga tewas.

‘’Menurut keterangan tersangka, mereka minta ditemani ke luar, ngecas Handphone di rumah bapak angkatnya si korban. Kebetulan rumah si korban ini berada di dalam hutan. Jadi waktu keluar itulah korban dipukul pakai kayu sampai meninggal. Terus dikubur disitu juga,’’ jelas Kapolres.

Polisi ingat saat ini masih menyelidiki motivasi pembunuhan tersebut. Untuk sementara diduga kasus dilatarbelakangi masalah tanah seluas lima hektare. Karena tidak senang dengan korban yang menguasai tanah tersebut, para pelaku sakit hati dan berniat menghabisi nyawa korban. Meski demikian polisi tetap akan melihat kemungkinan lain yang mendorong perbuatan jahat tersebut.

Setelah melakukan sejumlah interogasi, polisi akhirnya berhasil menemukan kuburan Aldi, tak jauh dari lokasi pembunuhan. Jumat (30/4) lalu tim penyidik Polres Pelalawan bersama tim Forensik Dokes Polda Riau melakukan penggalian. Saat itu juga identitas korban langsung terungkap setelah pihak keluarga mengakui cirri-ciri fisik dan pakaian yang dikenakan korban.(nto)