Wisata Rohani Jamaah Malaysia di Pekanbaru
Ada yang Langsung Terbang dari Amerika
25 Februari 2010
369 klik
Laporan IDRIS AHMAD Pekanbaru
idrisahmad@riaupos.com
Februari ini, Yayasan Tafaqquh Pekanbaru kembali menghadirkan puluhan jamaah asal Malaysia untuk mengikuti pengajian di Pekanbaru. Selama empat hari warga negeri tetangga itu ber-mastautin di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru.
Bahkan salah seorang jamaah Zulqarnain mesti terbang langsung dari Amerika untuk mengikuti pengajian kali ini. Saya sudah rindu untuk ikut mengaji dengan ustadz Musthafa, kata mantan pramugara di salah satu maskapai penerbangan internasional ini.
Ia sudah lima tahun tak pernah bertemu pembina Yayasan Tafaqquh Dr Musthafa Umar. Sebab, dalam lima tahun terakhir ia bekerja di Timur Tengah. Tepatnya setahun pertama di Riyadh dan sekarang bekerja di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Zulqarnain bekerja sebagai salah seorang staf di perusahaan penyewaan jet pribadi milik keluarga kerajaan di Abu Dhabi. Di sana, jarang ikut pengajian, sebab saya tak bisa bahasa Arab. Kecuali kalau ada pengajian berbahasa Inggris, saya bisa ikut, ungkap alumni program Magister Komunikasi Universitas Islam Antarabangsa (UIA) Malaysia ini kepada Riau Pos, Selasa (23/2) di Pekanbaru.
Ia dapat mengikuti pengajian di Pekanbaru, karena cuti kerja selama 1,5 bulan. Setelah tiga hari pulang kampung di Malaysia, ia lalu berlibur selama dua pekan di beberapa kota di Amerika. Setelah itu langsung ke Pekanbaru. Kalau tahu lebih awal, saya tak ke Amerika, lebih baik ikut ustadz di Pekanbaru. Di Amerika buang waktu dan duit saja, ujarnya menyesal.
Sejak masih menjadi pramugara, ia telah mengikuti pengajian Dr Musthafa Umar, yakni sejak 1995 di Malaysia. Ia tak puas hanya ikut pengajian, ia pun menyiapkan diri mengantar jemput ustad Musthafa mengajar. Di dalam kereta (mobil, red) saya sering diskusi, bahkan saya bisa mencuri ilmu beliau dari pukul 10 malam hingga pukul tiga pagi, tambah pria yang masih lajang ini.
Saat masih menjadi pramugara, ia tak terlalu menikmati pekerjaannya dan bimbang karena ia mesti menyajikan minuman beralkohol bagi penumpang.
Akhirnya ia keluar dari penerbangan tersebut. Saya yakin keluar, karena ustadz selalu katakan, rezeki itu Allah yang mengatur. Dan itu saya buktikan sendiri, tambahnya. Lalu ia kuliah S-1 di Universitas Utara Malaysia dan melanjut S-2 di UIA.
Hingga saat ini menjadi staf di perusahaan penyewaan pesawat pribadi. Rezeki yang ia dapat pun melebihi dari yang ia peroleh dari perusahaan sebelumnya.
Ia berada di Pekanbaru selama sepekan dan senantiasa mengikuti kemanapun Dr Musthafa mengajar. Sekembali ke Malaysia, ia pun akan ikut kemanapun doktor tafsir itu pergi. Dr Musthafa akan berada di Malaysia akhir bulan ini. Kalau ustadz dah balek ke Pekanbaru lagi, baru saya akan berangkat ke Abu Dhabi, ungkap Zulqornain.
Tema paket pengajian wisata rohani di Tafaqquh pekan lalu hingga awal ini adalah mengaktifkan roh. Kajian ini terbagi dalam enam sesi pertemuan.***
|